5 Gunung di Sekitar Jogja yang Ramah buat Pendaki Pemula | IDN Times Jogja

Gunung Andong (instagram.com/paulusrisang) Gunung Andong memiliki jalur tracking landai dengan durasi perjalanan sekitar 2-3 jam. Terdapat tiga jalur pendakian, disarankan untuk pemula lewat jalur Gogik dan Sawit. Gunung Api Purba Nglanggeran hanya memiliki ketinggian 700 mdpl dan bisa ditempuh sekitar 1 jam perjalanan. Disarankan memulai pendakian saat matahari masih muncul. Jalur pendakian Gunung Prau terbilang relatif landai dengan waktu tempuh sekitar 3-4 jam. Pemandangan golden sunrise yang ditawarkan cukup ikonik dan banyak diburu para pendaki. Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI) Mendaki gunung adalah pengalaman yang mengesankan, tapi penuh tantangan. Untuk itu, kamu perlu mempersiapkan fisik yang prima, perlengkapan logistik, hingga pengetahuan dasar bertahan di alam. Semua hal ini penting agar tetap waspada, karena risiko di alam terbuka tak pernah bisa diprediksi. Nah, jika kamu masih minim pengalaman, ada beberapa gunung di sekitar Jogja yang ramah buat para pendaki pemula. Selain tidak terlalu tinggi, jalurnya pun relatif aman dan mudah dilalui. Meski begitu, pemandangan yang tersaji tetap memanjakan mata. 1. Gunung Api Purba Nglanggeran Gunung Api Purba Nglanggeran (google maps/Nuwiya) Gunung Api Purba Nglanggeran hanya memiliki ketinggian 700 mdpl. Jalurnya cukup mudah dan bisa ditempuh sekitar 1 jam perjalanan saja. Selain ramah buat pendaki pemula, gunung tersebut juga kids friendly, lho! Selama perjalanan kamu akan mendapatkan pemandangan bebatuan purba yang unik. Setelah sampai di puncak hamparan pemandangan perbukitan, sawah, dan kota Jogja sangat menawan. Disarankan bagi pemula agar memulai pendakian saat matahari masih muncul, karena ada dua lorong bebatuan yang harus dilewati dan tidak disarankan saat kondisi gelap. Lokasi: Nglanggeran Wetan, Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta 2. Gunung Andong Pemandangan dari atas Gunung Andong (instagram.com/paulusrisang) Gunung Andong memiliki ketinggian 1726 mdpl dengan jalur tracking yang tergolong landai. Durasi perjalanan untuk sampai ke puncak memakan waktu sekitar 2-3 jam. Kamu akan mendapati dua pos selama perjalanan untuk istirahat sejenak. Selain itu, ada warung di atas untuk beristirahat dan mengisi tenaga. Ada 3 jalur pendakian Gunung Andong yakni via Gogik, Sawit, dan Pendem. Jalur yang disarankan untuk pendaki pemula adalah Gogik dan Sawit. Keduanya memiliki jalur yang jelas, landai, dan pemandangan yang indah. Lokasi: Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (sekitar 2 jam perjalanan dari Jogja) 3. Gunung Prau Pemandangan dari Gunung Prau (instagram.com/paulusrisang) Jalur pendakian Gunung Prau terbilang relatif landai dan waktu tempuhnya juga hanya sekitar 3-4 jam perjalanan. Gunung Prau memiliki ketinggian 2590 mdpl dari basecamp. Fasilitas basecamp juga memadai mulai dari toilet, tempat menginap, parkir, mushalla, hingga warung makan. Pemandangan golden sunrise yang ditawarkan cukup ikonik dan banyak diburu para pendaki. Sinar oranye matahari pagi yang menyorot sabana membuat perpaduan yang pas untuk memanjakan mata. Untuk mendaki Gunung Prau kamu bisa lewat jalur Dieng dan Patak Bantheng yang ramah buat pemula. Lokasi: Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah 4. Gunung Telomoyo Gunung Telomoyo (google maps/Joshua Gunawan) Gunung Telomoyo termasuk ramah buat pendaki pemula. Bahkan untuk orang yang tidak mau mendaki gunung tapi ingin menikmati view puncak yang menawan. Jalur menuju puncak Gunung Telomoyo tergolong mudah, bahkan bisa dilalui kendaraan bermotor. Ada beberapa jalur pendakian yang bisa kamu pilih, yakni jalur Dalangan dan jalur Kopeng. Jika ingin sampai puncak dengan naik kendaraan bisa lewat jalur Dalangan (Magelang). Sementara jalur Kopeng (Semarang) khusus hanya untuk pendakian jalan kaki yang bisa ditempuh sekitar 3-5 jam perjalanan. Lokasi: Desa Pandean, Ngablak, Magelang, Jawa Tengah 5. Gunung Kembang Gunung Kembang (google maps/Arista Danar) Gunung Kembang memiliki ketinggian 2.340 mdpl. Jalur tracking juga ramah buat para pendaki yang masih baru. Jalur pendakian mayoritas berupa tanah, namun ada beberapa yang terjal dan bebatuan yang sedikit licin. Namun hal ini tidak terlalu ekstrem, justru menjadi tantangan buat pendaki pemula. Waktu tempuh perjalanan menuju ke puncak sekitar 4-6 jam, tergantung speed jalan. Meski demikian kamu akan disuguhkan dengan pemandangan menawan selama proses pendakian. Ada hutan pinus, bunga edelweis, hingga view megah Gunung Sumbing yang seolah berada tepat di depan mata. Lokasi: Wonosobo, Jawa Tengah Mendaki gunung merupakan hobi yang banyak digemari oleh berbagai kalangan. Mulai anak muda, dewasa, bahkan sampai yang sudah tua. Selain kesenangan pendaki perlu mempersiapkan fisik yang prima, perbekalan, dan tentunya pengetahuan survive di alam. Itulah daftar gunung di sekitar Jogja yang ramah buat pendaki pemula. Saat mendaki gunung usahakan untuk tetap memperhatikan keselamatan diri dan tim. Stay save ya! This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
10 Wisata Alam Sejuk dan Asri di Jogja, Cocok Untuk Healing

Udara yang hangat, cenderung terik, memang sudah melekat di kota yang dijuluki sebagai kota pelajar tersebut. Akan tetapi, tahukah kamu bahwa di Yogyakarta, ada surga bagi mereka yang ingin berwisata sambil mencari ketenangan? Jauh dari hiruk pikuk Malioboro atau ramainya kawasan perkotaan, Jogja menawarkan wisata alam berudara sejuk yang siap memanjakan mata dan menenangkan pikiran. Baca juga: 10 Kafe dan Restoran Aesthetic di Jogja Dengan View Laut Bayangkan saja berjalan di bawah rimbunnya pepohonan sambil menghirup udara segar atau mendaki bukit untuk melihat matahari terbit di atas bentangan awan. Sudah siap untuk berkelana di sisi lain Yogyakarta? Berikut adalah wisata sejuk nan asri di Jogja yang bisa kamu kunjungi untuk beristirahat sejenak sembari menyejukkan tubuh. 1. Museum Ullen Sentalu — belajar sejarah di tengah rimbun pepohonan Image credit: Ullen Sentalu | Official Website Menyejukkan mata sambil belajar sejarah? Kenapa tidak! Ullen Sentalu merupakan sebuah museum di Kabupaten Sleman. Melalui museum ini, kamu akan melihat dan mendengar sejarah mengenai bangsawan kerajaan Mataram melalui benda-benda peninggalan dan pemandu yang akan menemanimu selama 45 menit. Tur-nya sendiri dibagi menjadi tiga jenis, yaitu Tur Adiluhung Mataram yang akan memperkenalkanmu dengan bangsawan Mataram melalui lukisan, syair, dan foto-foto, Tur Skriptorium yang mengajakmu menjelajahi sejarah Jawa dan Nusantara, dan Tur Vorstenlanden yang menceritakan masa emas Kasultanan Yogyakarta dan Kasultanan Surakarta. Udaranya yang sejuk dan dikelilingi pepohonan membuat pengalaman menjelajahi sejarah selama 45 menit terasa sangat singkat. Alamat: Jl. Boyong No.KM 25, Kaliurang, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa YogyakartaJam buka: 08.30-15.30 (Selasa-Minggu) 2. Ledok Sambi — piknik di tepi sungai jernih Image credit: @ledoksambiecopark | Official Instagram Bayangkan piknik di atas rerumputan hijau ditemani gemericik sungai yang mengalir. Kalau kamu ingin merasakan ketenangan seperti ini, maka wajib berkunjung ke Ledok Sambi. Tidak hanya piknik di tepi sungai, kamu bisa melakukan banyak aktivitas seru di sini. Main di sungai yang jernih dan airnya menyegarkan, berkemah di tengah pepohonan, hingga pesta barbeque dengan alat dan bahan yang disediakan. Ingin yang lebih menantang adrenalin? Kamu bisa mencoba beragam kegiatan outbond di sana seperti flying fox dan paintball. Alamat: Jl. Kaliurang KM 19,2, Area Sawah, Pakembinabung, Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa YogyakartaJam buka: Setiap hari, 09.00-17.00 3, Tankaman Natural Park — terkesima dengan pemandangan gunung merapi Image credit: @tankaman.kaliurang | Official Instagram Masih di sekitar kaki Gunung Merapi, ada sebuah taman yang tidak hanya membuai wisatawan dengan udaranya yang sejuk, namun juga suasananya yang menenangkan. Tankaman Natural Park hadir sebagai wisata yang cocok untuk segala usia. Mulai dari trekking membelah hutan, bersantai di kedainya ditemani kopi dan makanan lezat, hingga terpesona pada pemandangan Gunung Merapi yang megah. Bahkan, kamu bisa berkemah juga, loh. Jika kamu membawa si kecil untuk berwisata ke Tankaman Natural Park, ini adalah momen yang tepat untuk mengajak mereka mengenal alam lebih dekat. Alamat: Kaliurang Timur, Kaliurang, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa YogyakartaJam buka: 08.00-16.00 (Senin-Jumat), 07.00-18..00 (Sabtu-Minggu) 4. Hutan Pinus Pengger — lihat city light dari tengah hutan pinus Image credit: Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta | Official Website Jika berbicara tentang hutan pinus, pasti sudah terbayang udaranya yang sejuk dan wangi khas pepohonan yang menyegarkan. Salah satu hutan pinus di Jogja adalah Hutan Pinus Pengger yang hanya berjarak satu jam dari pusat kota. Berbagai spot instagramable siap dijadikan latar untuk mempercantik fotomu. Salah satu yang terkenal adalah tangan raksasa yang terbuat dari anyaman kayu. Selain itu, kamu juga bisa naik ke jembatannya untuk meresapi bentangan hijau pepohonan sejauh mata memandang. Tunggu lah sampai malam untuk melihat kelap-kelip lampu perkotaan dari jauh. Alamat: Jl. Dlingo-Patuk, Sendangsari, Terong, Kec. Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa YogyakartaJam buka: Setiap hari, 08.00-21.00 5. Air Terjun Lepo — Erawan Falls-nya Indonesia Image credit: Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta | Official Website Ingin merasakan berenang di air yang dingin? Maka Air Terjun Lepo bisa menjadi destinasi yang mengasyikkan ketika di Jogja. Memiliki empat tingkatan, air terjun ini juga memiliki empat kolam dengan kedalaman yang berbeda-beda. Bagi kamu yang ingin berenang di kolam pertama dan keempat perlu berhati-hati karena kedalamannya bisa mencapai dua meter lebih. Untuk kolam yang lebih dangkal, kamu bisa memilih kolam kedua dan ketiga yang hanya sedalam 70 sentimeter. Ingin merasakan sejuknya namun tidak bisa berenang? Tenang saja, di area air terjun ada ban yang bisa kamu sewa. Alamat: Jl. Pokoh, Dlingo, Kec. Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa YogyakartaJam buka: Setiap hari, 06.00-17.00 6. Kebun Teh Nglinggo — udara sejuk di tengah pohon teh Image credit: Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta | Official Website Berkendara sekitar setengah jam dari Candi Borobudur, kamu akan menemukan hamparan perkebunan teh yang panoramanya mampu mempesona siapapun. Berada di area Perbukitan Menoreh, kebun teh yang satu ini tidak hanya populer, namun juga merupakan satu-satunya perkebunan teh yang ada di Jogja. Tentu berjalan mengelilingi area perkebunan sambil berfoto ria menjadi agenda yang tidak boleh dilewatkan. Akan tetapi, kamu juga tidak boleh ketinggalan mencoba aktivitas seru lainnya seperti off road menggunakan jeep atau mendaki bukit untuk melihat pemandangan matahari terbit. Jangan lupa untuk memakai baju hangat ketika berkunjung, ya. Alamat: Nglinggo Barat, Pagerhajo, Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa YogyakartaJam buka: Setiap hari, 07.00-18.00 7. Kebun Buah Mangunan — seperti berada di atas awan Image credit: Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta | Official Website Di daerah Bantul, ada sebuah tempat yang menyajikan pemandangan luar biasa: perbukitan yang sela-selanya hampir ditutupi oleh kabut, seolah sedang berada di luar negeri. Kebun Buah Mangunan tidak hanya menawarkan kegiatan memetik buah dari perkebunannya, namun juga menjadi tempat favorit para wisatawan untuk menikmati panorama matahari terbit. Di pagi hari di area tersebut, kamu seperti berada di atas awan dengan tebalnya kabut di bawah tebing. Usai menyaksikan pemandangan mempesona itu, kamu bisa berjalan ke penangkaran rusa timor atau mencoba kolam pancing. Alamat: Jl. Imogiri – Dlingo, Sukorame, Mangunan, Kec. Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa YogyakartaJam buka: Setiap hari, 05.00-18.00 8. Seribu Batu Songgo Langit — punya rumah-rumah kayu yang aesthetic Image credit: @seribubatu_songgolangit (kiri) @glampingsonggolangit (kanan) | Official Instagram Jika kamu sudah pernah ke Hutan Pinus Pengger sebelumnya, maka kamu harus mencoba berwisata ke hutan pinus yang satu ini.
Klenteng Tua Pek Kong Singkawang : Daya Tarik Unik di Kota Seribu Klenteng – Wonderful Indonesia

Terletak di jantung Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Klenteng Tua Pek Kong bukan sekadar tempat ibadah, melainkan juga simbol toleransi, sejarah, dan kekayaan budaya Tionghoa yang telah terjaga berabad-abad lamanya. Klenteng yang berdiri megah ini menjadi salah satu destinasi utama wisata religi di Singkawang, dan punya daya tarik tersendiri bagi siapa pun yang ingin menyelami harmoni kehidupan lintas budaya. Jejak Sejarah Panjang Klenteng Tua Pek Kong Singkawang Di antara deretan klenteng tua di Indonesia, Tua Pek Kong Singkawang menjadi salah satu yang tertua dan paling otentik. Klenteng ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 1878. Berawal dari kebutuhan masyarakat Tionghoa perantauan (mayoritas berasal dari Tiongkok Selatan) untuk memiliki tempat beribadah dan pusat aktivitas sosial, klenteng ini kemudian berkembang menjadi salah satu ikon utama Kota Seribu Klenteng, julukan bagi Singkawang. Bangunan klenteng berdiri kokoh di Jalan Sejahtera, persis di tengah kota. Gaya arsitektur khas Tionghoa langsung terlihat dari atap lengkung berhiaskan ornamen naga, singa, dan burung phoenix. Setiap sudutnya memancarkan nuansa sakral dan penuh makna filosofi. “Saat pertama kali menjejakkan kaki di Klenteng Tua Pek Kong, saya langsung merasakan aura damai sekaligus takjub akan detail arsitektur dan aroma dupa yang begitu khas. Tempat ini seolah membawa saya menyusuri lorong waktu ke masa lampau.”— Penulis WonderfulIndonesia.co.id Makna dan Fungsi Klenteng Tua Pek Kong bagi Masyarakat Klenteng Tua Pek Kong bukan hanya tempat beribadah, tapi juga pusat kebudayaan dan sosial. Di sini, masyarakat Tionghoa Singkawang menjalankan berbagai upacara adat, ritual keagamaan, hingga perayaan besar seperti Cap Go Meh yang sangat terkenal. Setiap perayaan, klenteng ini dipenuhi oleh ribuan orang dari berbagai daerah, baik untuk beribadah maupun sekadar menyaksikan ritual. Pemandangan barongsai, tatung (medium spirit), serta prosesi arak-arakan dewa menjadi daya tarik yang luar biasa. Tak hanya umat Tionghoa, banyak pula warga non-Tionghoa yang ikut menikmati kemeriahan, membuktikan bahwa klenteng ini benar-benar menjadi simbol harmoni antar-etnis di Singkawang. Mengenal Sosok Dewa Utama: Tua Pek Kong Tua Pek Kong (Hokkien: 大伯公, pinyin: Dà Bó Gōng) merupakan dewa pelindung masyarakat Tionghoa perantauan. Nama aslinya diyakini adalah Zhang Li, seorang figur dermawan yang dihormati karena kebijaksanaan dan jasanya membantu orang-orang di perantauan. Patung Tua Pek Kong biasanya ditempatkan di altar utama klenteng, dengan ciri khas pakaian kebesaran dan raut wajah penuh wibawa. Umat percaya, memuja Tua Pek Kong dapat membawa keselamatan, kelancaran rejeki, dan perlindungan dari marabahaya. Kuil Dewa Uang/Dewa Rejeki: Cai Shen Ye di Klenteng Tua Pek Kong Tak hanya Tua Pek Kong, ada satu altar yang selalu menarik perhatian pengunjung: Altar Cai Shen Ye, sang Dewa Uang atau Dewa Rejeki dalam kepercayaan Tionghoa. Siapakah Cai Shen Ye? Cai Shen Ye (财神爷), dikenal juga dengan nama Zhao Gongming, merupakan sosok dewa yang dipercaya membawa keberuntungan, kekayaan, dan kemakmuran. Ikon DewaUang Cai Shen Ye sangat mudah dikenali, biasanya digambarkan mengenakan pakaian kerajaan, membawa tongkat emas, dan memegang gulungan kain bertuliskan “招财进宝” (zhao cai jin bao, artinya “mengundang rejeki dan harta”). Altar Dewa Cai Shen Ye di Klenteng Tua Pek Kong selalu dipenuhi dengan persembahan buah, bunga, dan dupa, terutama menjelang Tahun Baru Imlek. Tradisi Berdoa untuk Rejeki di Altar Cai Shen Ye Bagi banyak umat Tionghoa, berdoa di altar Cai Shen Ye sudah menjadi ritual wajib. Mereka datang dengan membawa dupa dan mempersembahkan uang kertas khusus (uang keberuntungan), sembari berharap mendapat kelancaran rejeki di tahun yang baru. “Saya sendiri pernah ikut berdoa di altar Dewa Uang ini, sekadar memohon keberkahan dan rejeki yang halal untuk keluarga. Nuansa spiritual yang terasa sangat berbeda, seolah memberi semangat dan optimisme menghadapi hari-hari ke depan.”— Penulis WonderfulIndonesia.co.id Mitos dan Kepercayaan Terkait Cai Shen Ye Banyak cerita turun-temurun soal mukjizat yang diyakini terjadi karena memohon kepada Cai Shen Ye. Ada yang mengaku usahanya lancar setelah berdoa di altar ini, ada pula yang percaya bahwa setiap awal tahun harus berdoa kepada Cai Shen Ye agar tidak kekurangan rejeki. Keunikan dan Pesona Klenteng Tua Pek Kong Selain nilai sejarah dan religi, klenteng ini juga menarik untuk dikunjungi karena keunikan arsitektur serta suasananya yang sangat instagramable. Berikut beberapa keunikan yang wajib diketahui: Ornamen dan Interior Penuh Makna Setiap ukiran, lukisan, dan patung di dalam klenteng punya makna tersendiri. Naga melambangkan kekuatan dan keberanian, burung phoenix sebagai lambang keberuntungan, sementara patung singa sebagai penjaga dari roh jahat. Area Outdoor yang Ramai Aktivitas Di halaman depan klenteng, pengunjung sering menjumpai aktivitas sosial, mulai dari bazaar makanan, pertunjukan seni, hingga sesi foto bersama wisatawan. Saat Cap Go Meh, kawasan klenteng benar-benar menjadi pusat keramaian kota. Spot Foto Favorit Wisatawan Banyak wisatawan datang bukan hanya untuk berdoa, tapi juga berburu foto dengan latar belakang bangunan klenteng yang eksotis. Tidak sedikit pula yang melakukan prewedding atau sekadar mengabadikan momen liburan bersama keluarga di sini. Klenteng Tua Pek Kong dan Festival Cap Go Meh Tidak bisa dipisahkan, Cap Go Meh dan Klenteng Tua Pek Kong ibarat dua sisi mata uang. Setiap tahun, festival Cap Go Meh di Singkawang menarik ribuan pengunjung dari dalam dan luar negeri. Prosesi arak-arakan tatung (medium spirit) yang melewati klenteng ini menjadi tontonan utama. Tua Pek Kong Singkawang seolah menjadi jantung perayaan, di mana semua kegiatan spiritual, hiburan, dan tradisi berkumpul menjadi satu. “Melihat keramaian Cap Go Meh di sekitar Klenteng Tua Pek Kong adalah pengalaman tak terlupakan. Perpaduan warna-warni barongsai, suara tambur, dan aroma dupa menciptakan atmosfer magis yang hanya bisa ditemui di Singkawang.”— Penulis WonderfulIndonesia.co.id Akses dan Tips Berkunjung ke Klenteng Tua Pek Kong Bagi wisatawan, klenteng ini sangat mudah dijangkau dari pusat kota. Hanya sekitar 10 menit dari terminal atau stasiun bus utama, dan bisa diakses dengan kendaraan umum maupun pribadi. Tips saat berkunjung: Kenakan pakaian sopan dan hindari suara berisik. Jika ingin berfoto, hormati umat yang sedang beribadah. Cobalah ikut menyalakan dupa dan berdoa di altar, rasakan sendiri nuansa spiritualnya. Datanglah saat pagi atau sore hari untuk suasana yang lebih sejuk dan fotogenik. Mengapa Klenteng Tua Pek Kong Singkawang Berbeda dengan Klenteng di Medan atau Jakarta? Meskipun sama-sama berfungsi sebagai tempat ibadah umat Tionghoa, Klenteng Tua Pek Kong Singkawang memiliki sejumlah keunikan yang membuatnya berbeda dari klenteng-klenteng di kota besar seperti Medan atau Jakarta. Perbedaan ini tidak hanya terlihat pada aspek arsitektur dan sejarah,
Gua Maria Sendangsono : Sejarah, Harga, dan Daya Tarik 2024

Gua Maria Sendangsono adalah sebuah situs wisata religi di Kabupaten Kulon Progo. Sesuai dengan namanya, gua ini merupakan gua dengan patung Bunda Maria di ceruknya. Tempat ini biasanya ramai dikunjungi pada bulan Mei dan Oktober. Selain untuk berdoa, para peziarah biasanya berbondong-bondong menuju sumber air suci di lokasi ini. Selain destinasi wisata religi biasa, Gua Maria ini memiliki daya tarik wisata sejarah, arsitektur, dan keindahan alam yang menyejukkan jiwa. Baca Juga : 12 Tempat Wisata di Jogja paling terkenal dan Murah Sejarah Gua Maria Sendangsono Menurut Wikipedia, sejarah Gua Maria Sendangsono tidak bisa dilepaskan dari peran Romo Van Lith SJ, seorang rohaniwan asal Belanda yang tinggal di Jawa selama bertahun-tahun. Beliau adalah salah satu rohaniwan yang membantu menyebarkan agama Katolik di seluruh Jawa, khususnya di daerah Muntilan, Magelang. Selain di Muntilan dan Magelang, beliau juga menyebarkan agama Katolik di daerah Kalibawang, Kulon Progo. Kemudian, sekitar tahun 1904, ia membaptis ratusan penduduk desa Kalibawang dengan air suci dari sumber air di bawah Pohon Sono. Sumber air ini dikenal dengan nama Sendangsono. Pada tahun 1929, lokasi ini secara resmi ditetapkan sebagai tempat ziarah. Pada tahun yang sama, Ratu Spanyol menyumbangkan patung Bunda Maria ke lokasi ini. Selain karena nilai sejarahnya, lokasi ini juga terkenal karena arsitekturnya yang unik dan tidak dapat ditemukan di tempat lain. Maka tak heran jika selain menjadi tempat ziarah, situs gua Maria ini kini menjadi salah satu tempat wisata paling populer di Kulon Progo. Keindahan Alam di Sekitar Gua Tak hanya sebagai tempat suci, Gua Maria Sendangsono juga dikelilingi oleh keindahan alam yang memukau. Dikelilingi oleh hamparan hijau perbukitan dan pepohonan yang rindang, gua ini memberikan kesan sejuk dan damai bagi siapa pun yang datang. Udara segar dan aroma alami memenuhi sekitarnya, menciptakan suasana yang cocok untuk meditasi dan introspeksi spiritual. Selain itu, sendang yang terletak di dekat gua memberikan sentuhan keunikan tersendiri. Air yang mengalir jernih dan segar membuat sendang ini menjadi tempat yang menyegarkan bagi para peziarah. Banyak yang percaya bahwa air sendang memiliki khasiat penyembuhan dan keberkahan, sehingga banyak orang yang datang untuk mencuci diri dan memohon berbagai keberkahan hidup. Ritus dan Perayaan Keagamaan Gua Maria Sendangsono sering menjadi saksi berbagai ritus dan perayaan keagamaan. Pada setiap peringatan hari besar Katolik, ribuan umat Katolik berkumpul di gua ini untuk merayakan misa dan berdoa bersama. Prosesi lilin, nyanyian rohani, dan suasana hening menciptakan pengalaman rohaniah yang mendalam bagi setiap individu yang hadir. Selain perayaan rutin, gua ini juga menjadi tempat yang ramai selama bulan Maria atau bulan Rosario. Setiap malam, umat Katolik berkumpul di gua untuk bersama-sama berdoa Rosario dan merayakan keagungan Bunda Maria. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menciptakan pengalaman spiritual yang mengesankan bagi semua yang ikut serta. Pengembangan Infrastruktur dan Kenyamanan Peziarah Gua Maria Sendangsono bukan hanya tempat ibadah yang sarat makna, tetapi juga telah mengalami pengembangan infrastruktur untuk meningkatkan kenyamanan peziarah. Sejumlah fasilitas seperti tempat parkir, warung, dan area istirahat telah disediakan untuk memastikan pengalaman berkunjung yang nyaman dan memuaskan. Alamat Gua Maria Sendangsono Alamat Gua Maria Sendangsono adalah Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Menurut Google Maps, jarak antara Sendangsono dengan Yogyakarta adalah sekitar 35 kilometer, atau sekitar satu jam perjalanan dengan menggunakan sepeda motor. Untuk mencapai lokasi ini, kamu bisa mengendarai mobil pribadi atau menyewa dari Sultranz Holiday, perusahaan rental mobil Jogja. Sebagai contoh, sewa Hiace Jogja murah sangat direkomendasikan bagi kamu yang ingin mengadakan ziarah kelompok ke Gua Maria. Selain kendaraan pribadi dan sewa, kamu bisa naik angkutan umum menuju Wates dan turun di terminal. Dari Terminal Wates, kamu bisa naik ojek atau angkot menuju Gua Maria. Baca Juga : Wisata Cimory Semarang : Harga Tiket, Fasilitas, Tips masuk Jam Buka Gua Maria Sendangsono Gua Maria Sendangsono buka setiap hari mulai pukul 09.00-21.00 WIB. Namun, waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada bulan Mei dan Oktober, ketika umat Katolik mengadakan perayaan khusus. Pada bulan Mei, ribuan peziarah dari berbagai daerah berkumpul untuk merayakan Maria, Bunda Allah. Sedangkan pada bulan Oktober, ada perayaan Rosario yang dihadiri oleh banyak peziarah. Pada bulan-bulan tersebut, suasana di Gua Maria menjadi lebih meriah dan khusyuk. Namun, untuk kunjungan ziarah biasa, kamu bisa datang kapan saja selama jam operasional fasilitas. Setelah berziarah, kamu bisa melanjutkan dengan kegiatan menarik lainnya. Misalnya, mengunjungi beberapa tempat wisata kuliner yang terkenal di Wates Kulon Progo. Harga Tiket Masuk Gua Maria Sendangsono Tidak ada biaya masuk untuk Gua Maria Sendangsono. Namun, kamu bisa memberikan sumbangan sukarela untuk membantu perawatan dan pengembangan tempat ziarah ini. Selain itu, kamu juga bisa menyumbangkan lilin, bunga, atau barang lainnya untuk Bunda Maria. Agar kunjungan kamu lebih berkesan, kamu bisa membeli souvenir, buku, atau barang lainnya di toko oleh-oleh khas Kulon Progo yang berada di sekitar gua sebagai kenang-kenangan. Daya tarik Gua Maria Sendangsono Berikut ini beberapa daya tarik wisata Gua Maria yang bisa kamu temukan saat berkunjung: Jangan lupa untuk mengunjungi tempat kuliner di dekat tempat wisata religi ini, karena ada banyak warung makan yang menawarkan berbagai macam makanan khas Kulon Progo yang akan membuat kamu ketagihan. Fasilitas Gua Maria Sendangsono Selain banyak atraksi, Gua Maria di Jogja juga dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan para peziarah dan wisatawan. Berikut adalah daftar fasilitasnya: Demikianlah ulasan singkat mengenai satu-satunya destinasi wisata ziarah dan religi yang ada di Kecamatan Kalibawang, Kulon Progo, Jogja. Jika kamu tertarik untuk mengunjunginya, segera buat agenda atau rencana kunjungan. Apalagi jika kamu berencana mengajak rombongan dalam jumlah besar. Untuk mendapatkan pengalaman berwisata yang nyaman dan berkesan, pertimbangkan untuk menyewa bus pariwisata Kulon Progo Jogja dari Sultranz Holiday. Namun, untuk agenda wisata, layanan paket wisata dari Sultranz Holiday bisa menjadi pilihan terbaik. Paket wisata ini memungkinkan kamu untuk menjelajahi Gua Maria Sendangsono dan tempat wisata yang kamu inginkan dengan harga yang murah.
Oleh-oleh Khas Bali Kekinian dan Murah beserta Harganya 2024

Suvenir makanan khas Bali kontemporer, yang juga dikenal sebagai oleh-oleh khas Bali Kekinian dan Murah , menjadi semakin populer. Ketersediaan oleh-oleh khas Bali yang murah menjadi pilihan lain bagi wisatawan yang memiliki anggaran terbatas. Selain makanan, ada beberapa pilihan lain untuk oleh-oleh khas Bali.Jika kamu masih ragu, Sultranz Holiday akan menunjukkan kamu ke arah yang tepat untuk berbelanja oleh-oleh khas Bali. Daftar Oleh-oleh Khas Bali Kekinian dan Murah 1. Erlangga 2 View this post on Instagram A post shared by Erlangga 2 (@erlangga2.official) Jadikan Erlangga 2 sebagai lokasi yang direkomendasikan untuk membeli oleh-oleh khas Bali. Erlangga 2 terletak di Jalan Nusa Kambangan 162, Dauh Puri Kauh, Kecamatan Denpasar. Toko oleh-oleh ini buka mulai pukul 08.30-22.00. Jika kamu tidak sempat datang di pagi hari, kamu masih memiliki waktu hingga malam hari untuk mampir ke lokasi. Tempat parkir yang luas di Erlangga 2 menjadi keuntungan tersendiri saat membeli oleh-oleh. Jika kamu membawa kendaraan pribadi, area parkir yang luas akan menguntungkan. kamu tidak akan kesulitan untuk memarkir mobil kamu. Variasi oleh-oleh yang tersedia di Erlangga 2 cukup banyak. Mulai dari makanan hingga alat tulis sudah tersedia. Tentu saja, harga di Erlangga 2 sangat terjangkau. Karyawan toko juga sangat responsif dan mudah beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan. 2. Heavenly Chocolate Bali View this post on Instagram A post shared by PT. Berkat Coklat Surgawi (@heavenlychocolatebali) Heavenly Chocolate Bali adalah toko yang direkomendasikan untuk membeli oleh-oleh khas Bali yang populer di kalangan wisatawan. Heavenly Chocolate Bali telah menjadi camilan yang populer. Selain rasanya yang enak karena dibuat dengan cokelat Belgia, penggunaan kakao Bali yang berkualitas tinggi membuat oleh-oleh ini semakin istimewa. Ada beberapa variasi Heavenly Chocolate Bali. kamu bisa memilih rasa non-alkohol seperti susu karamel, matcha, talas, atau cokelat hitam. Namun, jika kamu mencari rasa beralkohol, rasa rum dan Baileys dapat menjadi pilihan. Harga Heavenly Chocolate Bali mulai dari Rp 95.000 untuk 20 dadu cokelat. Ukuran kotak yang lebih besar hingga 40 dadu seharga IDR 180.000. 3. Joger kamu mencari rekomendasi oleh-oleh khas Bali yang paling populer? Silakan datang ke Joger. Lokasi ini menawarkan beragam pilihan oleh-oleh dengan harga yang bervariasi. Joger memiliki keunggulan dibandingkan toko suvenir lainnya, yaitu menggunakan kata-kata yang lucu. Hampir setiap barang yang dijual memiliki kutipan lucu atau kata-kata unik. 4. Kacang Rahayu View this post on Instagram A post shared by KacangAsinRahayu (@kacangrahayu) Kacang adalah camilan tradisional Bali yang bisa dijadikan oleh-oleh. Merek kacang yang terkenal di Bali adalah ‘Rahayu’. Lokasi ini menawarkan berbagai macam kacang. Sesuaikan jumlah kacang yang akan dibeli berdasarkan kebutuhan kamu. Jika kamu memiliki keluarga besar atau berniat membeli kacang dalam jumlah besar, pilihlah paket kecil. Membeli kacang dalam jumlah besar juga dapat menjadi pilihan bagi mereka yang berencana untuk mengonsumsinya sendiri. Saat ini, kamu bisa memesan kacang Rahayu secara online. 5. Krisna View this post on Instagram A post shared by Krisna Oleh-Oleh Bali (@krisnaoleholehbali) Krisna adalah tempat yang ideal untuk membeli makanan sebagai oleh-oleh. Krisna saat ini menyajikan berbagai macam makanan, dari yang tradisional hingga kontemporer. Cobalah pai susu krisna, keripik krisna, dan dodol kering khas Bali. Harganya juga cukup terjangkau bagi wisatawan. Luangkan waktu untuk membeli kopi Bali dengan cita rasa yang berbeda. Penggemar kopi pasti sudah tidak asing lagi dengan Kintamani dan Mangsi. Krisna berlokasi dekat dengan Bandara Ngurah Rai, sehingga kamu dapat berkendara ke sana sebelum kembali ke kota asal kamu. 6. Pasar Badung View this post on Instagram A post shared by SewakaJaya (@sewakajaya) Pasar Badung Bali terletak di daerah Denpasar. Pasar ini terkenal untuk memenuhi berbagai kebutuhan upacara adat. Tentu saja, kebutuhan tradisional bukan satu-satunya pilihan yang tersedia. Pasar Badung Bali menawarkan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau. Semakin banyak oleh-oleh yang kamu beli, maka semakin murah pula harganya. 7. Pasar Guwang Pasar ini berjarak sekitar 500 meter dari Pasar Sukawati. Meskipun tidak terkenal, produk yang tersedia sangat beragam. Bahkan, jika kamu merasa harga yang ditawarkan terlalu mahal, kamu bisa melakukan negosiasi. Barang-barang yang dijual sangat mirip dengan yang dijual di Pasar Sukawati. 8. Pasar Kumbasari Pasar Kumbasari adalah tempat terbaik berikutnya untuk membeli oleh-oleh khas Bali. Pembeli berduyun-duyun datang ke lokasi ini karena harganya yang murah dan lokasinya yang dekat dengan Pasar Kumbasari. Jika kamu berencana untuk membeli dalam jumlah besar, kamu dapat meminta diskon kepada penjual. Pasar Kumbarasari buka setiap hari, mulai pukul 08.00-17.00. Selain oleh-oleh, ada juga sayuran dan daging yang dijual. Untungnya, parkir di Pasar Kumbarasari tidak sulit, sehingga kamu yang datang dengan kendaraan pribadi akan merasa terbantu. 9. Pasar Seni Kuta Pasar Seni Kuta adalah tujuan belanja populer bagi wisatawan lokal dan asing yang mencari oleh-oleh khas Bali. Bahkan jika kamu sudah tiba di Bali, kamu tidak akan merasa lengkap jika belum membeli kaos rayon dengan logo bir. Bahkan, beberapa pembeli langsung mengenakan kaos tersebut karena bahannya yang begitu nyaman. Berbagai jenis pakaian khas Bali yang dijual dengan harga murah tidak akan menambah pengeluaran kamu. Pasar Seni Kuta lebih dari sekedar destinasi wisata belanja. kamu bisa menikmati pemandangan Pantai Kuta dan matahari terbenam. 10. Pasar Sukawati Jika kamu ingin membeli pernak-pernik khas Bali, pergilah ke Pasar Sukawati. Pasar ini terletak di Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar. Dibutuhkan waktu kurang dari satu jam untuk sampai ke pasar ini dari Bandara Ngurah Rai. Selain berbagai pernak-pernik khas Bali seperti tas, ada juga pakaian dan lukisan. Tentu saja, karya seni tersebut asli buatan pengrajin Bali. 11. Pasar Ubud Pasar Ubud menawarkan kesempatan berbelanja bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas. Pasar Ubud relatif besar, sehingga kamu bisa berkeliling dan melakukan survei harga. Penjual di dekat pintu masuk biasanya mematok harga tinggi untuk barang dagangan mereka. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk berkeliling terlebih dahulu untuk mendapatkan penawaran terbaik. Barang-barang yang dijual di Pasar Ubud sangat beragam. Ada lukisan, tas anyaman, patung, dan pernak-pernik khas Bali. Pasar Ubud dekat dengan Puri Agung Saren Ubud, yang membuatnya populer di kalangan wisatawan mancanegara. 12. Pai Susu Pie susu adalah hidangan yang populer di kalangan wisatawan yang berkunjung ke Bali. Hampir setiap wisatawan yang berkunjung ke Bali akan membawa pie susu. Dulunya, kue pie hanya disajikan pada saat persembahyangan atau pertemuan keluarga,
