9 Pilihan Museum Edukatif di Jogja, Spot Terbaik untuk Study Tour – PT Tourezia Cakra Inspira |

Jelajahi 9 Museum Edukatif di Jogja untuk Study Tour yang Berkesan Jogja sudah lama dikenal sebagai Kota Pelajar, sehingga tidak heran kalau kota ini selalu menjadi tujuan favorit untuk kegiatan study tour. Dari tingkat SD hingga SMA, Jogja menawarkan banyak pilihan destinasi edukatif yang bisa memperkaya wawasan sekaligus memberikan pengalaman liburan yang menyenangkan. Salah satu pilihan utama adalah museum-museum di Jogja yang bukan hanya sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga sarana belajar interaktif yang menggabungkan edukasi dan rekreasi. Berikut 9 museum terbaik di Jogja yang sangat cocok untuk dijadikan agenda study tour: 1. Museum Sonobudoyo Sebagai museum kebudayaan Jawa paling lengkap setelah Museum Nasional di Jakarta, Sonobudoyo menyimpan koleksi keris, wayang, batik, hingga benda bersejarah lainnya. Lokasinya yang strategis dekat Keraton dan Malioboro membuatnya mudah diakses rombongan study tour. Ditambah lagi, ada pertunjukan budaya rutin yang bisa jadi pengalaman seru bagi peserta. 2. Museum Jogja Kembali (Monjali) Monjali berdiri sebagai simbol sejarah kembalinya pemerintahan Indonesia ke Yogyakarta setelah Agresi Militer Belanda II. Museum berbentuk kerucut ini menyimpan diorama, dokumen, hingga koleksi bersejarah yang menggambarkan perjuangan bangsa. Cocok untuk pelajar yang ingin belajar langsung tentang perjalanan kemerdekaan. 3. Benteng Vredeburg Terletak di kawasan Malioboro, museum ini menghadirkan suasana kolonial lengkap dengan diorama perjuangan rakyat Indonesia. Benteng Vredeburg menjadi tempat ideal untuk mengenal sejarah bangsa dengan cara yang menarik dan tidak membosankan. 4. Museum Affandi Bagi yang menyukai seni, Museum Affandi adalah surga. Museum ini menampilkan koleksi karya lukis maestro seni rupa Indonesia, Affandi. Selain karya seni, pengunjung juga bisa mempelajari teknik melukis dan memahami peran seni dalam budaya Indonesia. 5. Museum Dirgantara Mandala Penasaran dengan dunia penerbangan? Museum Dirgantara menyajikan koleksi pesawat tempur, helikopter, hingga diorama sejarah TNI AU. Anak-anak sekolah maupun remaja akan terkesima melihat pesawat asli berukuran besar secara langsung. 6. Museum Ullen Sentalu Terletak di Kaliurang, museum ini mengangkat sejarah dan budaya Mataram dengan cara yang elegan dan modern. Koleksi seni, artefak, serta kisah kerajaan dikemas dalam suasana yang tenang dan eksklusif, menjadikannya pengalaman belajar yang berbeda dari museum lainnya. 7. Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX Museum ini menampilkan perjalanan hidup Sri Sultan HB IX, salah satu tokoh penting dalam sejarah Yogyakarta dan Indonesia. Koleksi foto, barang pribadi, hingga penghargaan internasional menambah wawasan tentang peran beliau dalam membangun bangsa. 8. Museum Batik Di sini, pengunjung bisa melihat koleksi batik dari abad ke-18 hingga kini, sekaligus belajar langsung cara membatik. Ada workshop interaktif yang memungkinkan pelajar mencoba membuat batik sederhana dan membawa hasilnya pulang sebagai kenang-kenangan. 9. Museum Gunung Merapi (MGM) Museum ini mengedukasi pengunjung tentang fenomena gunung berapi, khususnya Gunung Merapi. Koleksi benda-benda terdampak letusan, foto dokumentasi, hingga diorama erupsi memberikan pengalaman belajar yang mendalam tentang kebencanaan dan alam. BACA JUGA : Destinasi Edukatif dan Menyenangkan di Jogja untuk Semua Usia Kenapa Study Tour ke Museum Jogja Itu Istimewa? Berwisata ke museum di Jogja bukan hanya sekadar jalan-jalan, tetapi juga kesempatan untuk memahami budaya, sejarah, sains, dan seni dengan cara yang menyenangkan. Setiap museum punya ciri khas dan keunikan yang membuatnya layak jadi destinasi study tour. Bagi sekolah maupun komunitas yang ingin merencanakan perjalanan edukatif, Jogja adalah pilihan yang tepat. Selain menambah pengetahuan, study tour ini juga memberi pengalaman yang tidak bisa ditemukan hanya di ruang kelas. ✨ Mau bikin study tour lebih praktis dan seru? Tourezia siap menemani perjalananmu dengan armada bus pariwisata nyaman, itinerary fleksibel, dan layanan terbaik untuk pengalaman wisata edukatif yang tak terlupakan.
Menjelajahi 9 Wisata Sejarah Jogja yang Penuh Cerita

Yogyakarta, atau yang akrab disapa Jogja, bukanlah sekadar kota metropolitan yang ramai dengan hiruk pikuk modern, melainkan sebuah laboratorium hidup tempat sejarah dan budaya tumbuh subur dan dihormati secara mendalam. Kota ini menyimpan segudang kisah yang terukir pada dinding-dinding kuno, arsitektur megah, hingga ritual yang masih dijalankan secara turun-temurun, menjadikan aktivitas wisata sejarah Jogja sebagai pengalaman yang tak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna edukatif dan spiritual yang mendalam. Menjelajahi Jogja adalah layaknya membuka lembaran-lembaran buku kuno yang menceritakan perjalanan panjang peradaban Jawa, mulai dari kerajaan-kerajaan besar di masa lalu hingga perjuangan kemerdekaan yang heroik, di mana setiap sudut kota seolah berbisik, memanggil setiap pengunjung untuk sejenak berhenti dan meresapi warisan yang ditinggalkan para pendahulu. Oleh karena itu, bagi Anda yang memiliki ketertarikan mendalam pada narasi masa lalu, perjalanan ke Jogja menawarkan lebih dari sekadar pemandangan indah; ia menawarkan koneksi nyata dengan akar budaya Nusantara yang otentik dan tak tertandingi. Kekayaan sejarah Jogja yang melimpah ini tak terbatas, dengan berbagai peninggalan dari era yang berbeda-beda, mulai dari masa Hindu-Buddha yang megah hingga era Kesultanan Mataram Islam yang penuh filosofi. Inilah yang membuat daftar destinasi wisata sejarah Jogja begitu panjang dan beragam, menawarkan pilihan yang bisa disesuaikan dengan minat setiap wisatawan, menjamin setiap kunjungan akan memberikan perspektif baru. Anda bisa memulai perjalanan dari situs-situs purbakala yang menakjubkan, seperti candi-candi yang menjulang tinggi di tengah lanskap yang hijau, lalu melanjutkan ke pusat pemerintahan Kesultanan yang masih aktif, yaitu Keraton Yogyakarta Hadiningrat, yang merupakan pusat kehidupan budaya Jawa. Kemudian, jangan lupakan pula jejak-jejak perjuangan kemerdekaan yang heroik yang masih bisa dilihat di berbagai museum dan bangunan bersejarah yang tersebar di seluruh penjuru kota, seperti Monumen Jogja Kembali. Perpaduan antara bangunan yang kokoh, kisah-kisah legendaris, serta suasana kota yang kental akan tradisi inilah yang membuat Jogja menjadi destinasi yang tak pernah membosankan untuk dijelajahi oleh siapa pun yang datang. 1. Pusat Kekuasaan dan Budaya: Keraton Yogyakarta Hadiningrat Tidak ada pembahasan mengenai wisata sejarah Jogja yang lengkap tanpa menyebut Keraton Yogyakarta Hadiningrat, yang berfungsi sebagai jantung dari segala aktivitas budaya dan pemerintahan Kesultanan, sebuah institusi yang telah bertahan selama lebih dari dua setengah abad. Keraton ini didirikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755, tidak lama setelah Perjanjian Giyanti, dan hingga kini masih berfungsi ganda sebagai tempat tinggal resmi Sultan sekaligus pusat adat dan tradisi Jawa yang paling otentik dan terjaga. Kompleks Keraton dirancang dengan filosofi yang sangat mendalam, mencerminkan tata nilai kosmologi Jawa yang sakral, mulai dari penataan alun-alun, gerbang, hingga tata letak bangunan di dalamnya yang semuanya sarat akan makna simbolis yang mendalam. Saat memasuki area Keraton, Anda akan langsung merasakan aura kemegahan dan keagungan masa lalu, seolah dibawa kembali ke era kejayaan Mataram Islam yang penuh wibawa dan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi. Di dalam area Keraton ini, wisatawan dapat melihat langsung koleksi benda-benda bersejarah yang bernilai tinggi, mulai dari perabotan antik yang usianya sudah ratusan tahun, pusaka-pusaka keraton yang sakral, hingga seperangkat gamelan agung yang menjadi warisan budaya tak benda. Selain koleksi benda mati yang statis, Keraton juga menawarkan pengalaman budaya yang hidup, di mana pengunjung seringkali dapat menyaksikan pertunjukan seni dan tari tradisional Jawa yang rutin diadakan di beberapa plataran atau pendopo, seperti tari klasik atau pertunjukan wayang. Interaksi dengan para abdi dalem (pegawai keraton) yang dengan setia menjalankan tugasnya dan mengenakan pakaian adat Jawa lengkap juga menjadi pengalaman yang unik, memberikan gambaran nyata tentang kehidupan keraton yang teratur dan penuh dedikasi yang masih berjalan hingga kini. Mengunjungi Keraton bukan hanya melihat bangunan, tetapi menyelami sebuah sistem sosial, budaya, dan spiritual yang telah mengakar kuat dalam peradaban Jawa. 2. Pesona Air dan Rahasia Bawah Tanah: Taman Sari Hanya berjarak sepelemparan batu dari Keraton, destinasi wisata sejarah Jogja berikutnya yang wajib dikunjungi adalah Taman Sari, yang dikenal juga sebagai Istana Air atau Water Castle karena arsitekturnya yang unik dan memiliki banyak kolam. Kompleks bangunan ini dulunya merupakan taman rekreasi yang megah, tempat pemandian yang indah, dan tempat peristirahatan yang privat bagi Sultan beserta keluarganya pada zaman dahulu. Dibangun pada masa Sultan Hamengkubuwono I, Taman Sari terkenal dengan arsitekturnya yang memadukan unsur Jawa yang kental, Portugis yang unik, dan juga sedikit sentuhan Timur Tengah, menciptakan sebuah karya seni yang unik dan memukau yang menunjukkan toleransi dan keterbukaan budaya masa itu. Bagian yang paling ikonik dari Taman Sari tentu saja adalah kolam pemandiannya yang indah, yang konon memiliki cerita romantis dan rahasia di baliknya, termasuk menara yang digunakan Sultan untuk memilih permaisuri. Selain kolam pemandian yang mempesona, Taman Sari juga menyimpan lorong-lorong bawah tanah dan masjid-masjid tersembunyi, yang menunjukkan kecanggihan tata ruang, sistem irigasi, dan arsitektur pada masanya, sekaligus berfungsi sebagai jalur evakuasi rahasia. Salah satu bagian yang paling misterius dan menarik perhatian adalah Sumur Gumuling, sebuah ruangan berbentuk melingkar yang dahulu berfungsi sebagai masjid atau tempat bermusyawarah, yang hanya bisa dijangkau melalui tangga-tangga yang terpisah dan tersembunyi. Menjelajahi lorong-lorong rahasia ini memberikan sensasi petualangan tersendiri, seolah-olah Anda sedang mengikuti jejak langkah para bangsawan keraton yang bergerak di bawah tanah untuk alasan privasi atau keamanan militer. Kompleks Taman Sari mengajarkan kita banyak tentang gaya hidup, selera seni, dan juga sistem pertahanan para penguasa di masa lalu, menjadikannya situs yang kaya akan interpretasi dan legenda yang terus diceritakan. 3. Jejak Megah Peradaban Kuno: Candi Prambanan Beralih dari masa Kesultanan, mari kita selami era yang jauh lebih kuno dengan mengunjungi Candi Prambanan, sebuah mahakarya arsitektur Hindu yang merupakan salah satu kompleks candi terbesar di Asia Tenggara dan termasuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Candi Prambanan didirikan pada abad ke-9 Masehi oleh Raja Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram Kuno, sebagai persembahan untuk Trimurti, tiga dewa utama dalam agama Hindu, yaitu Brahma (Pencipta), Wisnu (Pemelihara), dan Siwa (Pelebur). Keindahan candi ini terletak pada kemegahan arsitekturnya yang menjulang tinggi, dengan relief-relief indah yang terpahat di dinding-dindingnya yang menceritakan epos Ramayana, menjadikannya sebuah galeri seni batu yang luar biasa. Mengunjungi Prambanan memberikan kita perspektif yang mendalam tentang dominasi kebudayaan Hindu di Jawa pada masa lampau, yang secara harmonis hidup berdampingan dengan pengaruh Buddha di wilayah yang sama. Kompleks Prambanan ini memiliki candi utama yang tingginya mencapai 47
7 Wisata Air Terjun Jogja Terbaik untuk Healing di Akhir Pekan

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sangat kaya dengan destinasi wisata. Ada banyak air terjun Jogja dan pantai indah yang bisa dikunjungi. Selain menyajikan pemandangan nan indah, air terjun di Jogja juga menawarkan suasana asri dengan pepohonan di sekitarnya. Uniknya, ada juga air terjun yang terletak di pantai Yogyakarta. Sebagai rekomendasi, berikut air terjun di Jogja yang bisa dikunjungi untuk melepas penat. Air Terjun Kedung Pedut Foto: Dinas Pariwisata Kulon Progo Saat berkunjung ke wilayah Kulon Progo, jangan lupa mampir ke air terjun Kedung Pedut. Meski baru dibuka tahun 2015, air terjun Jogja ini langsung hit dan menarik para wisatawan. Nama “pedut” sendiri berasal dari kabut yang muncul saat musim hujan. Airnya masih jernih dan berwarna hijau toska. Lokasi: Jalan Kutogiri Gunung Kelir, Kembang, Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Jam operasional: Senin–Jumat, pukul 08.00–15.30 WIB; Sabtu–Minggu pukul 08.00–16.00 WIB. Air Terjun Sri Gethuk Foto: Mapio.net Air Terjun Sri Gethuk merupakan air terjun dari tiga sumber mata air yaitu Dong Poh, Ngumbul, dan Ngandong. Dengan ketinggian mencapai 25 meter, banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan di tempat ini, selain hanya main air atau foto-foto. Misalnya saja bermain flying fox, menaiki rakit di sungainya, dan lain-lain. Bicara soal fasilitas, air terjun di Jogja ini sudah dilengkapi toilet, warung, dan musala Sangat cocok untuk dikunjungi bersama keluarga tercinta. Lokasi: Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Jam operasional: Setiap hari, pukul 07.00–17.00 WIB. Air Terjun Lepo Selanjutnya, ada Air Terjun Lepo yang masih asri dengan banyak pepohonan di sekitarnya. Meskipun cukup jauh dari pusat kota, jalan menuju air terjun mulus dan aman untuk dilewati. Tidak hanya satu kolam alami, Air Terjun Tepo memiliki empat buah kolam yang terhubung dengan tiga air terjun. Masing-masing kolam memiliki kedalaman beragam, di mana yang paling dalam adalah dua meter, yang biasa digunakan oleh orang dewasa. Lokasi: Jalan Pokoh, Dlingo, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Jam operasional: Setiap hari, pukul 06.00–17.00 WIB. Grojogan Watu Purbo Foto: MyJogja Grojogan Watu Purbo adalah wisata air terjun Jogja enam tingkat yang bisa kamu kunjungi. Selain menawarkan suasana segar, pemandangannya juga cukup unik karena bentuk air terjun ini bertingkat layaknya terasering. Grojogan Watu Purbo bukan air terjun alami, melainkan buatan yang awalnya dibangun sebagai solusi dari dampak erupsi Gunung Merapi. Namun sejak tahun 2017, air terjun ini digunakan sebagai destinasi wisata. Menariknya, sering kali ada yang menginap dan berkemah di sekitarnya. Lokasi: Bangunrejo, RT.02/RW.27, Bangunrejo, Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Jam operasional: Senin–Jumat, pukul 07.00–17.00 WIB; Sabtu–Minggu pukul 07.00–17.30 WIB. Air Terjun Luweng Sampang Di antara banyak wisata pantai terkenal di Gunungkidul, jangan lewatkan Air Terjun Luweng Sampang yang masih “perawan” ini. Sebagai hidden gem di wilayah tersebut, terdapat keunikan yang akan membuatmu penasaran untuk mengunjunginya. Air terjun ini berada di tengah bebatuan karst yang eksotis, sangat cocok untuk dijadikan spot foto yang instagramable. Lokasi: Jalan Juminahan, Kayen, Sampang, Kapanewon Gedang Sari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Jam operasional: Sabtu–Kamis, pukul 06.00–18.00 WIB; Jumat, pukul 09.00–17.00 WIB. Curug Mudal Destinasi air terjun berikutnya adalah Curug Mudal, yang menjadi surga tersembunyi di Kulon Progo. Masih berada di dalam lingkup ekowisata Sungai Mudal, air terjun ini mungkin tak setinggi air terjun lainnya. Namun air terjun ini tak kalah cantik, sebab memiliki air kolam yang bening sehingga kerap dijadikan tempat berenang. Kamu juga tidak perlu takut kepanasan karena Curug Mudal dikelilingi pepohonan rimbun. Lokasi: Banyunganti, Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta Jam operasional: Setiap hari, pukul 08.30–15.30 WIB. Air Terjun Pantai Jogan Foto: DYogya Ingin main di pantai tapi ingin melihat air terjun juga? Kamu bisa mendapatkan keduanya di Pantai Jogan yang terletak di Gunungkidul. Lokasi air terjun tidak terlalu jauh dari tempat parkir kendaraan, di mana kamu hanya perlu menuruni anak tangga untuk mencapainya. Dengan ketinggian sekitar 12 meter, Air Terjun Pantai Jogan memiliki debit air tawar yang besar pada musim penghujan. Kamu akan melihat air tawar yang bercampur dengan air laut di atas pasir putih yang cantik. Lokasi: Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Jam operasional: Setiap hari, 24 jam. Itulah tujuh rekomendasi wisata air terjun Jogja yang bisa kamu kunjungi. Jangan lupa ajak orang tersayang untuk healing juga, ya.
14 Destinasi Wisata Jogja Tersembunyi yang Jarang Diketahui: Pesona Alam yang Menakjubkan!

Apa yang terlintas dalam benak Anda ketika mendengar nama Yogyakarta? Tentu saja, Jogja selalu identik dengan keramaian Malioboro, kemegahan Candi Prambanan, atau suasana romantis di Keraton. Kota istimewa ini memang menyimpan banyak sekali kekayaan alam dan budaya yang memukau, sehingga tidak mengherankan jika Jogja selalu menjadi primadona bagi wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, yang mencari pengalaman yang kaya. Namun, di balik popularitasnya, menemukan wisata jogja tersembunyi atau hidden gem kini terasa seperti menemukan harta karun, memberikan sensasi petualangan yang jauh lebih istimewa bagi para penjelajah sejati. Wisata Hidden Gem di Jogja | Kalau Anda termasuk tipe petualang yang senang mencari lokasi wisata jogja tersembunyi, yang menawarkan ketenangan dan pemandangan luar biasa, daftar rekomendasi berikut ini bisa menjadi panduan utama perjalanan Anda. Kami telah merangkum beberapa spot paling rahasia yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya, siap untuk menjadi tempat Anda melepas penat dan mengisi ulang energi. Dari banyaknya lokasi wisata di Jogja yang belum banyak diketahui, kami telah memilih 14 tempat unik yang sangat cocok untuk menenangkan diri, menghilangkan kepenatan, serta melarikan diri dari hiruk pikuk kehidupan perkotaan. 1. Bukit Pengilon img via: https://1.bp.blogspot.com/ Menjadi salah satu wisata jogja tersembunyi yang cukup unik dan menarik, Bukit Pengilon adalah padang rumput hijau yang luas di ketinggian, langsung berbatasan dengan Samudra Hindia yang biru. Bukit ini secara geologis terletak di kaki Gunung Purba Batur, yang merupakan sisa dari Gunung Berapi Aktif yang diperkirakan meletus jutaan tahun silam, memberikan kontur alam yang khas dan menawan. Karena topografinya yang menakjubkan dan lokasinya yang jauh dari keramaian, Bukit Pengilon menjadi hidden gem favorit di kalangan penjelajah dan pecinta alam yang mencari ketenangan. Dari puncak Bukit Pengilon, wisatawan disuguhi panorama empat pantai sekaligus: indahnya Pantai Wediombo, formasi batu unik di Pantai Watu Lumbung, keasrian Pantai Banyunibo, dan pesona Pantai Siung. img via: https://www.alodiatour.com/ Area perbukitan yang lapang ini juga sangat sering digunakan sebagai camping ground atau tempat berkemah oleh para wisatawan yang ingin bermalam di bawah bintang-bintang. Pengunjung dapat membawa tenda pribadi atau menyewa peralatan dari warga sekitar Bukit Pengilon, sembari menikmati keindahan alam saat matahari terbit atau terbenam, bersantai di atas rumput hijau, atau mengambil foto-foto yang menawan dengan latar belakang laut lepas. Alamat: Desa Purwodadi, Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55883. Jam Buka: 24 jam. Harga Tiket Masuk (HTM): Sekitar Rp 5.000 – Rp 10.000 per orang (biasanya digabung dengan retribusi Pantai Wediombo), belum termasuk biaya parkir dan camping. 2. Puncak Segoro img via: https://visitingjogja.jogjaprov.go.id/ Sebagai salah satu destinasi wisata jogja tersembunyi yang relatif baru, Puncak Segoro menawarkan pengalaman yang sempurna untuk menikmati momen sunset yang mempesona, langsung dari tebing tinggi di pinggir pantai selatan Yogyakarta. Sesuai dengan namanya, Segoro yang berarti ‘laut’, tempat ini adalah tebing kapur menjulang yang terletak tepat di atas Samudra Hindia, menyuguhkan pemandangan alam yang luar biasa indah dan tak terhalang, langsung menghadap ke laut kidul Yogyakarta. Keunikan lokasi ini membuat banyak wisatawan mulai berbondong-bondong mengunjunginya, khususnya menjelang sore hari, demi mengabadikan keindahan siluet matahari yang tenggelam di cakrawala. Selain pemandangan sunset yang dramatis, para wisatawan juga bisa menikmati beragam fasilitas penunjang yang disediakan di sini, yang sudah cukup memadai untuk ukuran tempat wisata baru. Fasilitas tersebut mencakup area parkir yang tertata, tempat duduk yang nyaman untuk bersantai di tepi tebing, serta beberapa spot foto berbayar yang dirancang secara artistik, yang memungkinkan pengunjung mendapatkan foto-foto instagramable dengan view lautan yang menakjubkan. Alamat: Wiloso, Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55872. Jam Buka: Setiap hari, pukul 08.00 – 18.00 WIB. Harga Tiket Masuk (HTM): Sekitar Rp 5.000 (retribusi dasar), dengan biaya tambahan untuk memasuki area foto premium. 3. Curug Sidoharjo img via: https://img.harianjogja.com/ Selanjutnya, ada Curug Sidoharjo yang menyandang predikat sebagai air terjun tertinggi di Jogja, dengan ketinggian yang diperkirakan mencapai sekitar 75 meter, menjadikannya pemandangan yang sangat memukau. Air terjun ini berlokasi di Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, dan memang menjadi salah satu hidden gem Jogja yang benar-benar tidak boleh dilewatkan, terutama bagi mereka yang mencintai petualangan dan suasana pegunungan yang sejuk. Perjalanan untuk mencapai lokasi utama air terjun ini membutuhkan usaha ekstra, pasalnya Anda harus melewati jalan setapak dengan kontur yang cukup ekstrem dan curam, dengan durasi perjalanan kaki sekitar 10 hingga 15 menit dari lokasi parkir kendaraan. img via: https://niagatour.com/ Namun, setelah melewati segala halang rintang dan tantangan di jalur trekking, semua rasa lelah Anda akan langsung terbayar lunas dengan pemandangan dan juga keindahan Curug Sidoharjo yang masih sangat alami dan terjaga hingga saat ini, memberikan kesegaran yang instan. Selain bisa bermain air di kolam alami yang terbentuk di sekitar curug, Anda juga bisa berfoto bersama teman, keluarga, atau pasangan Anda dengan latar belakang air terjun yang menjulang tinggi. Jika Anda ingin berendam atau mandi di sekitar curug, pastikan Anda tetap waspada dan berada dalam pengawasan, mengingat ketinggian air dan kontur bebatuan yang ada. Alamat: Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55673. Jam Buka: Setiap hari, pukul 08.00 – 16.00 WIB. Harga Tiket Masuk (HTM): Sekitar Rp 5.000 per orang, belum termasuk biaya parkir. 4. Geoforest Watu Payung img via: https://www.datawisata.com/ Menjadi salah satu objek wisata jogja tersembunyi yang sempat viral dan naik daun beberapa waktu lalu, Geoforest Watu Payung Turunan memang menawarkan pemandangan alam berupa perbukitan hijau yang indah dan sayang untuk dilewatkan. Karena keindahan alamnya yang khas ini, tidak heran kalau banyak wisatawan lokal maupun luar Jogja yang memutuskan untuk berkunjung ke sini demi menikmati suasana sejuk dan panorama perbukitan yang menenangkan. Keindahan alam di Geoforest Watu Payung juga sering menjadikannya spot primadona bagi para fotografer profesional untuk mendapatkan foto-foto landscape yang menarik dan dramatis, terutama saat kabut turun di pagi hari. img via: https://1.bp.blogspot.com/ Selain itu, tempat ini juga sangat instagramable untuk mereka yang senang melakukan selfie atau berfoto bersama dengan view perbukitan hijau yang eksotis dan formasi batuan unik yang menjadi ciri khasnya. Asal muasal tempat ini dinamakan Watu Payung sendiri dikarenakan kawasan wisata ini memiliki sebuah batu besar dengan bentuk unik yang menyerupai payung yang berdiri tegak, sebuah fenomena geologi yang menarik. Ketenaran tempat ini sendiri berawal dari
Kalisuci Cave Tubing Harga Tiket Masuk , Fasilitas dan Daya Tarik | WeStay Guesthouse

homestaydijogja.net – Kalisuci Cave Tubing, atau yang dikenal juga sebagai Goa Kalisuci, adalah sebuah destinasi eksplorasi menakjubkan yang tersembunyi di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Kabupaten ini memang dikenal sebagai surganya objek wisata alam di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jauh dari keramaian perkotaan, Gunungkidul menawarkan keindahan alam yang memesona, mulai dari pantai pasir putih hingga goa-goa alami yang menawan. Berikut adalah beberapa poin penting tentang Kalisuci Cave Tubing: Keunikan Alam: Kalisuci Cave Tubing menawarkan pengalaman yang unik dengan menyusuri goa-goa alami yang tersembunyi di perbukitan kapur Gunungkidul. Salah satu daya tarik utamanya adalah kejernihan air yang mengalir di dalam goa, memberikan pengalaman menyelam yang tak terlupakan. Nama yang Bermakna: Nama “Kalisuci” berasal dari bahasa Jawa yang secara harfiah berarti “air yang suci”. Hal ini merujuk pada kejernihan air yang mengalir di dalam goa, menciptakan suasana yang mendalam dan memikat bagi para pengunjung. Petualangan Seru: Aktivitas cave tubing di Kalisuci menjanjikan petualangan seru bagi pengunjung. Dengan mengenakan pelampung, para wisatawan akan diajak menyusuri aliran air yang tenang namun mengasyikkan, sambil menikmati keindahan stalaktit dan stalakmit yang terbentuk secara alami di dalam goa. Lingkungan yang Asri: Selain keindahan alamnya, Kalisuci Cave Tubing juga menawarkan lingkungan yang asri dan sejuk. Pepohonan hijau yang rindang dan udara segar pegunungan menjadi pelengkap yang sempurna bagi pengalaman berwisata yang menyegarkan jiwa. Kalisuci Cave Tubing adalah destinasi yang cocok bagi Anda yang ingin menjauh sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan perkotaan dan menyatu dengan keindahan alam yang masih alami. Dengan kejernihan airnya dan keindahan alam sekitarnya, Kalisuci Cave Tubing siap menyuguhkan pengalaman berwisata yang tak terlupakan di tengah pesona alam Gunungkidul, Yogyakarta Daya Tarik Kalisuci Cave Tubing Kalisuci Cave Tubing adalah destinasi wisata yang menawarkan pesona alam yang luar biasa. Berikut adalah beberapa daya tarik yang membuat Kalisuci Cave Tubing begitu istimewa: Panorama Karst yang Memukau: Saat Anda mengunjungi Kalisuci Cave Tubing, Anda akan disambut oleh panorama karst yang memikat. Tebing-tebing batuan kapur yang menjulang tinggi menciptakan pemandangan yang menakjubkan. Udara di sekitar goa ini sangatlah sejuk, memberikan kesegaran tersendiri bagi para pengunjung. Air Sungai yang Jernih: Salah satu keistimewaan Kalisuci Cave Tubing adalah kejernihan air sungainya. Air yang mengalir di sekitar goa ini begitu jernih sehingga Anda dapat melihat dasar sungainya dengan jelas. Warna air yang tampak biru seperti air laut menambah daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Kejernihan air ini juga memberikan kesan menyejukkan bagi mata yang memandang. Petualangan Rafting dan Susur Goa: Untuk merasakan keindahan di dalam goa, Anda perlu masuk ke dalamnya. Namun, untuk menikmati pesona Kalisuci Cave, Anda harus siap basah-basahan. Anda akan menyusuri sungai yang mengalir di sepanjang goa menggunakan pelampung dan ban karet. Meskipun basah, pengalaman ini akan memberikan kesan yang tak terlupakan. Anda tidak perlu khawatir karena akan didampingi oleh pemandu yang ahli dan sangat mengenal goa ini. Selama perjalanan susur goa, pemandu akan menjelaskan tentang keunikan dan keindahan goa tersebut, memberikan wawasan tambahan yang berharga bagi para wisatawan. Dengan segala keindahan alamnya, Kalisuci Cave Tubing menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan. Melalui petualangan rafting dan susur goa, Anda akan dibawa menikmati keajaiban alam yang tersembunyi di dalam perut bumi Gunungkidul. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi pesona Kalisuci Cave Tubing dan merasakan kelezatan alam yang memukau. Fasilitas Kalisuci Cave Tubing Kalisuci Cave Tubing tidak hanya menawarkan keindahan alam yang menakjubkan, tetapi juga menyediakan beragam fasilitas untuk kenyamanan dan kebutuhan pengunjung. Berikut adalah beberapa fasilitas yang dapat dinikmati di Kalisuci Cave Tubing: Toilet Umum: Fasilitas toilet umum tersedia di area Kalisuci Cave Tubing untuk memenuhi kebutuhan dasar pengunjung selama berada di lokasi. Warung Makan: Setelah menikmati petualangan di dalam goa, pengunjung dapat menikmati hidangan lezat di warung makan yang tersedia di sekitar lokasi. Berbagai pilihan makanan dan minuman disajikan untuk menyegarkan dan mengisi energi setelah aktivitas berwisata. Pemandu Wisata: Untuk memastikan pengalaman wisata yang aman dan menyenangkan, pemandu wisata yang berpengalaman siap membimbing pengunjung selama petualangan rafting dan susur goa. Mereka akan memberikan informasi dan panduan yang diperlukan selama perjalanan. Area Parkir: Kalisuci Cave Tubing juga menyediakan area parkir yang luas dan aman bagi pengunjung yang datang dengan menggunakan kendaraan pribadi. Pengunjung dapat dengan nyaman meninggalkan kendaraan mereka sambil menikmati keindahan alam di sekitar. Perlengkapan Rafting dan Susur Goa: Untuk keperluan petualangan rafting dan susur goa, Kalisuci Cave Tubing menyediakan perlengkapan yang diperlukan seperti pelampung dan ban karet. Dengan menyediakan perlengkapan ini, pengunjung dapat dengan mudah menjelajahi keindahan alam yang menakjubkan di dalam goa. Dengan adanya fasilitas-fasilitas ini, Kalisuci Cave Tubing berkomitmen untuk memberikan pengalaman wisata yang memuaskan dan menyenangkan bagi setiap pengunjung. Dengan didukung oleh fasilitas yang lengkap dan pelayanan yang ramah, Kalisuci Cave Tubing siap menjadi destinasi wisata yang unggul di Yogyakarta. Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Kalisuci Cave Tubing adalah destinasi wisata yang menawarkan pengalaman petualangan yang menarik bagi pengunjung. Berikut adalah informasi penting mengenai jam buka dan harga tiket masuk yang perlu Anda ketahui sebelum merencanakan kunjungan Anda: Jam Operasional: Kalisuci Cave Tubing buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Namun, selama musim hujan, objek wisata ini mungkin akan berhenti beroperasi untuk sementara waktu. Hal ini disebabkan oleh kenaikan debit air yang dapat memengaruhi keamanan dan kenyamanan pengunjung. Sebelum merencanakan kunjungan, pastikan untuk memeriksa kondisi cuaca dan informasi terbaru terkait operasional Kalisuci Cave Tubing. Harga Tiket Masuk: Untuk menikmati keindahan Kalisuci Cave Tubing, Anda perlu memperhatikan biaya tiket masuk. Tarif yang dikenakan adalah Rp. 5.000 per orang untuk tiket retribusi dan Rp. 70.000 per orang untuk kegiatan menyusuri goa. Harga ini sudah termasuk jasa pemandu dan perlengkapan yang diperlukan selama petualangan di dalam goa. Selain itu, untuk parkir kendaraan, biayanya adalah sebagai berikut: Rp. 2.000 untuk motor Rp. 5.000 untuk mobil Rp. 10.000 untuk micro bus (ELF dan Hiace) Rp. 15.000 untuk Bus Dengan memperhatikan jam buka dan harga tiket masuk Kalisuci Cave Tubing, Anda dapat merencanakan kunjungan Anda dengan baik dan memastikan pengalaman wisata yang menyenangkan dan berkesan. Pastikan untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum memasuki petualangan di dalam goa yang memikat ini. Akses dan Rute Kalisuci Cave Tubing terletak di Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya mudah dijangkau dan akses menuju
8 Objek Wisata Adrenalin Paling Recommended di Jogja

Tour Jogja – Bicara soal wisata Jogja tidak akan ada habisnya. Jogja dikenal dengan daya tarik wisata alam pantai dan pegunungan serta wisata sejarah dan budaya jawa yang kental. Namun, siapa sangka bahwa Jogja menyuguhkan daya tarik wisata adventure tourism atau aktivitas wisata yang memacu adrenalin? Yuk, simak artikel berikut ini untuk mengetahui objek wisata mana saja yang menawarkan aktivitas wisata adrenalin yang recommended dicoba selama liburan di Jogja! Pantai Timang Credit: visitingjogja Pantai Timang merupakan pantai pasir putih dengan daya tarik pemandangan batu besar atau Pulau Panjang yang sekaligus menjadi habitat lobster laut. Lokasinya berada di Padukuhan Danggolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Letaknya persis di antara Pantai Siung dan Pantai Sundak Gunungkidul. Aksesibilitas menuju Pantai Timang cukup sulit. Pasalnya, lokasi pantai yang terpencil sehingga jalan belum teraspal dengan baik. Wisata adrenalin yang ditawarkan adalah naik gondola menuju Pulau Panjang, melintasi laut dengan jembatan gantung dan jeep tour. Harga yang ditawarkan pada setiap aktivitasnya amulai dari Rp150.000 – Rp450.000. Sedangkan, untuk tiket masuk wisatawan cukup membayar Rp10.000 per orang dan tiket parkir kendaraan roda dua sebesar Rp3.000 dan kendaraan roda empat sebesar Rp5.000. Goa Jomblang Credit: visitingjogja Goa Jomblang merupakan salah satu goa di jogja dengan keunikan bentuk yang vetikal. Keunikannya menjadi daya tarik yang menantang bagi wisatawan untuk memacu adrenalin. Goa Jomblang terbentuk dari proses geologi sehingga membutuhkan alat khusus dan keahlian untuk menjelajahinya. Lokasinya berada di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Goa Jomblang atau biasa disebut dengan cahaya surga menawarkan aktivitas wisata adrenalin seperti vertical caving, cave tubing dan photo hunt. Harga yang ditawarkan untuk caving Goa Jomblang mulai dari Rp450.000 – Rp1.000.000 termasuk dengan tiket masuk per orang. Sedangkan, tiket parkir kendaraan motor sebesar Rp3.000 dan kendaraan mobil sebesar Rp5.000. Pantai Siung Credit: Piknik Wisata Pantai Siung merupakan salah satu pantai andalan di Jogja. Lokasinya berada di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Pantai Siung menawarkan daya tarik keindahan pasir putih dan tebing yang tinggi, sehingga secara resmi dijuluki sebagai The Best Rock Climbing Site in Yogyakarta. Pantai Siung menjadi destinasi wajib bagi pecinta alam dan olahraga ekstrem. Selain pasir putih dan tebing, Pantai Siung menyuguhkan keindahan laut berupa batu karang dan perbukitan yang eksotis, sehingga wisatawan dapat melakukan aktivitas adrenalin seperti rock climbing, camping, trekking Bukit Pengilon dan sunrise & sunset hunt. Harga tiket untuk aktivitas wisata adrenalin dibanderol cukup terjangkau mulai dari Rp15.000 – Rp300.000. Adapun tiket masuk wisatawan sebesar Rp10.000 dan tiket parkir kendaraan motor sebesar Rp3.000 dan kendaraan mobil sebesar Rp5.0000. Goa Kalisuci Credit: Travel Kompas Goa Kalisuci merupakan bagian dari sistem batuan karst yang unik dan langka. Keunikannya terletak pada aliran sungai sepanjang 750 meter yang terhubung ke beberapa goa diantaranya, yaitu Goa Suci, Goa Glantikan. Goa Gelung, Goa Jomblang dan Goa Grubug. Aktivitas wisata adrenalin di Goa Kalisuci menjadi langka, karena cave tubing hanya dapat ditemukan di Selandia Baru, Meksiko dan Gunung Kidul. Lokasi Goa Kalisuci berada di Jetis, Pacarejo, Semanu, Yogyakarta. Selain cave tubing, wisatawan dapat melakukan aktivitas adrenalin lainnya seperti river tubing dan canoe. Harga aktivitas wisata adrenalin dibanderol mulai dari Rp70.000 – Rp100.000 per orang. Wisatawan tidak dibebankan tiket masuk akan tetapi terdapat tiket parkir mulai dari Rp3.000 – Rp5.000. Baca juga: 10 Wisata Candi di Yogyakarta dengan Harga tiket Murah, Cuma 5 Ribu! Gunung Api Purba Nglanggeran Credit: Travel Kompas Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan bagian dari kawasan Geosite Gunung Sewu yang terdaftar pada UNESCO Global Park. Lokasinya berada di Desa Ngalnggeran, Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta. Daya tariknya terletak pada proses pembentukan dasar laut yang terangkat menjadi daratan sehinga struktur kawasan didominasi oleh batuan karst yang menjulang tinggi. Batuan karst ini menjadi ikonik Gunung Api Purba Nglanggeran untuk melakukan aktivitas wisata adrenalin seperti cliff swing, trekking dan sunrise hunt. Adapun wisata edukasi dan budaya yang dapat ditelusuri mengenai sejarah Gunung Nglanggeran. Wisatawan hanya membayar tiket masuk sebesar Rp15.000 dan tiket parkir kendaraan mulai dari Rp3.000 – Rp5.000. Bukit Paralayang Watugupit Credit: Pergiyuk Bukit Paralayang Watugupit merupakan salah satu objek wisata yang populer di Jogja. Lokasinya berada di Dusun Watugupit, Purwosari, Gunungkidul, Yogyakarta. Daya tarik Bukit Paralayang adalah view point untuk menyaksikan keindahan panorama Pantai Parangtritis. Letaknya di daerah perbukitan, menjadikan Bukit paralayang sebagai destinasi untuk melakukan aktivitas wisata yang memacu adrenalin. Aktivitas wisata adrenalin yang dapat dilakukan wisatawan adalah wahana paralayang dengan view pantai yang eksotis. Selain itu, wisatawan dapat menyaksikan sunrise & sunset view dari atas bukit. Harga yang ditawarkan untuk aktivitas paralayang mulai dari Rp300.000 – Rp500.000. Sedangkan, tiket masuk wisatawan sebesar Rp10.000 per orang dan tiket parkir kendaraan mulai dari Rp3.000 – Rp5.000. Berani menguji adrenalin kamu di tempat wisata recommended Jogja di atas? Segera agendakan liburanmu ke Jogja dan rasakan adrenalinnya!
9 Rekomendasi Wisata Jogja Viral TikTok yang Wajib Dikunjungi

Yogyakarta kota yang terkenal dengan budaya dan keindahan alamnya, tak henti-hentinya menarik wisatawan dari berbagai penjuru. Di era digital ini, popularitas wisata di Jogja semakin terdongkrak dengan kemunculan berbagai video viral di TikTok. Maka tak heran, wisata Jogja viral TikTok menjadi destinasi liburan para wisatawan. Bagi kamu yang ingin menjelajahi Jogja dengan mengikuti tren viral TikTok, artikel ini telah merangkum 9 rekomendasi wisata yang wajib kamu kunjungi di tahun 2024. Dengan mengetahui rekomendasi tempat ini, kamu tidak perlu bingung lagi menentukan destinasi wisata di Jogja. Reservasi Custom Tour Harga Fleksibel Bingung belum ada ide liburan? Kamu bisa langsung melakukan reservasi cukup dengan menyebutkan jumlah peserta, durasi tour dan destinasi wisata yang kamu inginkan. 9 Rekomendasi Wisata Jogja Viral TikTok Popularitas platform seperti TikTok, membuat beberapa tempat wisata di Jogja kini menjadi lebih dikenal dan viral. Berikut adalah 9 rekomendasi tempat wisata di Jogja yang telah menjadi viral di TikTok serta menawarkan pengalaman yang unik dan Instagramable. 1. Obelix Hills Obelix Hills menawarkan panorama alam Yogyakarta dari ketinggian. Tempat ini cocok untuk kamu yang ingin menikmati sunset atau sunrise sambil duduk santai menghirup udara segar pegunungan. Destinasi wisata ini berlokasi di Klumprit, Blok I & 2, Klumprit II, Wukirharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55572. Sementara untuk jam buka, Obelix Hills buka setiap hari Senin-Jumat pukul 10.00-21.00 WIB dan Sabtu-Minggu 07.00-21.00 WIB Nah, keindahan alamnya yang memukau seringkali menjadi latar dalam berbagai video TikTok yang menampilkan keindahan alam Indonesia. 2. HeHa Sky View HeHa Sky View adalah kombinasi dari restoran dan spot wisata yang terletak di Jl. Dlingo-Patuk No.2, Patuk, Bukit, Kec. Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55862. Tempat ini menawarkan pemandangan kota dari ketinggian yang memukau. HeHa Sky View sangat populer di kalangan pengguna TikTok untuk background foto dan video yang estetik, terutama pada waktu senja ketika langit berubah warna. Kamu bisa mengunjungi Heha Sky View setiap hari Senin-Jumat pukul 10.00 WIB-21.00 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 08.00 WIB-21.00 WIB. 3. The Lost World Castle Wisata Jogja viral TikTok selanjutnya yang bisa kamu kunjungi adalah The Lost World Castle. Lokasi The Lost World Castle ada di Jl. Petung Merapi, Petung, Kepuharjo, Kec. Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55583. Untuk jam operasional, buka setiap hari 07.00 WIB-18.00 WIB. Terinspirasi dari cerita fantasi, The Lost World Castle menawarkan pengalaman wisata yang unik dengan bangunan yang terlihat seperti kastil kuno. Lokasi ini sering digunakan untuk pemotretan tema fantasi dan cosplay. Di samping itu, menjadi destinasi favorit bagi pengguna TikTok yang ingin konten mereka tampil beda dan menarik. 4. Tumpeng Menoreh Lokasi Tumpeng Menoreh terletak di Jl. Kebun Teh Nglinggo, Sumbersari, Ngargoretno, Kec. Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55673. Destinasi wisata ini menawarkan pemandangan bukit dan lembah yang hijau. Tempat ini ideal untuk mereka yang mencari ketenangan dan ingin lepas dari keramaian kota. Selain itu, spot ini juga populer di TikTok untuk video-video yang menampilkan kegiatan seperti hiking atau sekadar menikmati pemandangan alam. 5. Bukit Wisata Pulepayung Pule Payung Yogyakarta adalah lokasi yang menawarkan keindahan panorama alam dengan background perbukitan Menoreh. Tempat ini memiliki beberapa spot foto, seperti gardu pandang dan jembatan kaca yang sangat instagramable dan sering muncul di feed TikTok. Lokasi Pulepayung ada di Soropati RT.007/RW.003, Clapar 2, Hargotirto, Kec. Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55653. Destinasi wisata yang viral di TikTok ini buka setiap hari pukul 09.00 WIB sampai 20.00 WIB. 6. Pantai Drini Pantai Drini merupakan pantai jogja yang viral di TikTok. Terletak di Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, pantai ini dikenal dengan pasir putihnya yang bersih dan air laut yang jernih. Pantai ini sering menjadi subjek dalam video TikTok yang menampilkan kegiatan seperti berenang, snorkeling, atau sekadar berjemur. Jika kamu menyukai wisata air di Jogja, tidak ada salahnya untuk mengunjungi Pantai Drini. 7. Studio Alam Gamplong Studio Alam Gamplong baru-baru ini menjadi lebih dikenal karena telah menjadi lokasi syuting beberapa film terkenal di Indonesia. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa Studio Alam Gamplong menjadi wisata Jogja viral TikTok. Saat datang ke tempat ini, pengunjung dapat merasakan menjadi bagian dari set film dan mengeksplorasi berbagai set yang telah dibangun di lokasi ini. Tempat ini menarik bagi kamu pengguna TikTok yang ingin membuat konten bertema film atau cinematik. Lokasi Studio Alam Gamplong ada di Gamplong 1, Dukuh, Sumberrahayu, Kec. Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55563. Untuk mengunjungi Studio Alam Gamplong, kamu bisa datang setiap hari pada pukul 9.00 WIB – 17.00 WIB. 8. Ledok Sambi Mencari wisata alam yang viral di Jogja? Jangan lewatkan Ledok Sambi! Terletak di aliran sungai yang jernih, Ledok Sambi menawarkan panorama lembah dan sawah yang memanjakan mata. Lebih dari sekadar pemandangan indah, tempat ini menghadirkan beragam aktivitas seru untuk mengisi hari liburmu. Bermain air di sungai yang menyegarkan, berenang, hingga piknik sambil menikmati kuliner khas Jogja. Bagi kamu yang ingin bersenang-senang dengan cara yang lebih menantang, Ledok Sambi menyediakan fasilitas outbound seperti paint ball, flying fox, panahan, dan perahu kano. Lokasi Ledok Sambi ada di Jl. Kaliurang No.2, Area Sawah, Pakembinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582. Sementara untuk jam operasional, buka setiap hari pukul 08.00 WIB-17.00 WIB. 9. Bukit Paralayang Watugupit Lokasi Bukit Paralayang Watugupit adalah destinasi wisata di Jl.Watugupi Jl. Paralayang, Area Hutan, Giricahyo, Kec. Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55872. Tempat ini menawarkan panorama memukau Laut Hindia dan birunya pantai. Tak hanya itu, bukit ini juga menjadi spot paralayang favorit dan populer untuk berkemah dan hiking. Kamu bisa mengunjungi destinasi ini setiap hari pukul 19.00 WIB-20.00 WIB. Demikianlah 9 rekomendasi wisata Jogja viral TikTok yang wajib kamu kunjungi di tahun 2024. Dengan beragam pilihan destinasi wisata yang menarik, Jogja siap memanjakan liburanmu dengan pengalaman yang tak terlupakan. Ingin berlibur ke Jogja dengan mudah dan praktis? Serahkan semua kebutuhan wisata Jogja-mu kepada Happytour.id! Kami menawarkan berbagai paket wisata Jogja yang lengkap dan terjangkau, mulai dari paket wisata 2 hari 1 malam hingga paket wisata 5 hari 4 malam. Ayo, nikmati liburan tak terlupakan di Jogja bersama Happytour.id!
7 Tempat Wisata Jogja Aesthetic – Sewa Mobil Jogja

Ingin liburan akhir tahun di Jogja? Kamu harus tahu nama-nama tempat wisata Jogja aesthetic, hits dan juga seru berikut ini. Setidaknya ada 7 nama tempat wisata terpopuler sepanjang tahun 2022. Mulai dari destinasi wisata kota, kuliner, alam, belanja, dan juga wisata keluarga yang bisa dipilih sesuai selera. Temukan spot-spot unik untuk diabadikan dalam jepretan kamera. Rekomendasi Wisata Jogja Aesthetic Sumber foto: tripjogja.co.id 1. Gumuk Pasir Parangkusumo Pertama ada Gumuk Pasir Parangkusumo dalam daftar tempat wisata di Jogja yang aesthetic. Menawarkan keindahan gundukan pasir yang membuatmu seakan berada di negara Mesir. Mayoritas wisatawan datang ke Gumuk Pasir Parangkusumo untuk melakukan sandboarding atau juga sekedar foto-foto. Jika ingin mengunjungi destinasi wisata lainnya, kamu dapat beranjak ke pantai Bukit Paralayang atau juga Pantai Parangtritis. HTM: Gratis Jam operasional: Setiap hari pukul 07.00-18.00 WIB Lokasi: Jalan Pantai Parangkusumo RT. 1 Grogol 10, Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. 2. Heha Sky View Heha Sky View menyuguhkan pemandangan alam dan Kota Jogja dari ketinggian. Menjadi salah satu destinasi sunset favorit wisatawan dari sejak diresmikan. Disini kamu dapat berburu foto aesthetic, terutama saat malam hari tiba. Heha Sky View memiliki pemandangan city light terbaik, spot foto unik, dan restoran yang menyajikan hidangan lezat. Sambil berburu foto, kamu dapat bercengkrama sambil menikmati live music. HTM: Rp. 20.000 Jam operasional: Senin-Jumat pukul 10.00-21.00 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 08.00-21.00 WIB Lokasi: Jalan Dlingo-Patuk Nomor 2, Patuk, Bukit, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. 3. Bhumi Merapi Sumber foto: Instagram/@irfanrahadians Wisata Jogja aesthetic selanjutnya adalah Bhumi Merapi yang berada di Kaliurang. Tempat ini sangat populer dengan spot-spot foto bertema Alpen, Santorini, dan juga lain-lain. Bhumi Merapi juga menyajikan wisata edukasi budaya ternak dan perkebunan, sehingga cocok dikunjungi bersama keluarga. HTM: Rp. 30.000 Jam operasional: Setiap hari pukul 09.00-17.00 WIB Lokasi: Jalan Kaliurang No.Km.20, Sawungan, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. 4. Taman Sari Sumber foto: idetrips.com Beralih ke wisata sejarah di Jogja ada Taman Sari. Adalah destinasi wisata menarik dan seru untuk dikunjungi saat liburan tahun baru nanti. Di Taman Sari ini kamu dapat menelusuri jejak sejarah peradaban Yogyakarta dari masa lalu. Selain dijadikan sebagai destinasi wisata andalan, tempat ini hingga sekarang masih dipakai untuk prosesi ritual istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. HTM: Rp. 5.000 Jam operasional: Setiap hari pukul 09.00-15.00 WIB Lokasi: Jl. Tamanan, Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. 5. Obelix Hills Obelix Hills termasuk destinasi wisata favorit karena paling banyak dikunjungi sepanjang tahun 2022. Kami rekomendasikan sebagai wisata Jogja aesthetic yang bersanding dengan Heha Sky View. Obelix Hills memiliki 30 spot foto instagramable dengan pemandangan alam dan juga sunset terbaik. Jaraknya cukup dekat dengan beberapa objek wisata favorit lainnya, dan bisa dijangkau dalam 1 jam dari Kota Jogja. Aktivitas yang biasa dilakukan para wisatawan selain berburu foto dan kuliner adalah bersantai mendengarkan live music. HTM: Rp. 20.000 (weekday) dan Rp. 25.000 (weekend) Jam operasional: Senin-Jumat pukul 10.00-21.00 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 07.00-21.00 WIB Lokasi: Klumprit, Blok I & 2, Wukirharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman. 6. Ullen Sentalu Jika kamu berencana liburan akhir tahun ke Jogja, maka pastikan telah menulis nama Ullen Sentalu Museum ke dalam rencana perjalanan. Di tempat ini, para pengunjung dapat melihat koleksi foto dan juga lukisan bangsawan pada zaman Kerajaan Mataram yang terpecah menjadi Kesultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta, Kadipaten Pakualaman, dan Praja Mangkunegaran. Selain itu ada koleksi kain batik, arca-arca budaya Budha dan Hindu, gamelan kuno, dan masih banyak peninggalan lainnya di Museum Ullen Sentalu. Jaraknya cukup dekat dari pusat kota, paling hanya 30-45 menit saja dengan kendaraan pribadi. HTM: Rp. 50.000 Jam operasional: Selasa-Minggu pukul 08.30-15.00 WIB Lokasi: Jalan Boyong No.KM 25, Kaliurang, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. 7. Pantai Indrayanti Pantai Indrayanti adalah primadona wisata di Gunung Kidul. Sebenarnya tempat ini merupakan café dan juga restoran yang menawarkan pesona pantai berpasir putih dengan air laut jernih. Nama Indrayanti sendiri diambil dari gabungan nama pemilik resto. Sementara masyarakat setempat mengetahui nama asli pantai ini yaitu Pantai Pulang Syawal. Di Jogja memang ada banyak pantai berpasir putih. Namun yang paling bersih dan lengkap fasilitasnya ada di Pantai Indrayanti. HTM: Rp. 10.000 Jam operasional: Setiap hari 24 jam Lokasi: Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul. Itulah 7 tempat wisata Jogja aesthetic yang cocok untuk liburan akhir tahun bersama keluarga. Dengan suasana yang khas, spot foto yang instagramable, serta akses yang mudah, kamu tak perlu jauh-jauh ke luar negeri hanya demi konten media sosial. Jogja menawarkan keindahan alam dan budaya yang tak kalah menarik, dan semua itu bisa kamu nikmati dengan cara yang lebih praktis dan hemat. Agar liburanmu makin maksimal, manfaatkan paket wisata Jogja spesial dari Jogja Tour Holic. Kami menawarkan pilihan rute fleksibel, itinerary menarik, dan harga yang ramah di kantong. Jika kamu bepergian bersama keluarga besar atau rombongan, layanan sewa Hiace Jogja dari kami siap mengantar perjalananmu dengan nyaman dan aman. Tentukan destinasi yang kamu inginkan sekarang juga, dan biarkan Jogjatourholic mewujudkan liburan impianmu di Yogyakarta! # Bagikan informasi ini kepada teman Anda Hello, Traveler! Jogjakarta adalah salah satu destinasi wisata yang paling populer di Indonesia. Keindahan alamnya, sejarah yang kaya, budaya yang beragam, dan juga keramahan penduduknya menjadikan kota ini wajib untuk Anda kunjungi. selengkapnya Daerah Istimewa Yogyakarta adalah destinasi yang pas untuk menghabiskan waktu liburan dengan mengunjungi wisata alam. Di sana terdapat banyak wisata pantai, bukit hingga hutan pinus yang sudah disulap menjadi sedemikian rupa. Sehingga kamu akan menemukan spot-spot foto menarik untuk mengisi feed Instagram. Khusus wisata Jogja hutan pinus telah dilengkapi ber… selengkapnya
7 Tempat Wisata Jogja Aesthetic – Sewa Mobil Jogja

Ingin liburan akhir tahun di Jogja? Kamu harus tahu nama-nama tempat wisata Jogja aesthetic, hits dan juga seru berikut ini. Setidaknya ada 7 nama tempat wisata terpopuler sepanjang tahun 2022. Mulai dari destinasi wisata kota, kuliner, alam, belanja, dan juga wisata keluarga yang bisa dipilih sesuai selera. Temukan spot-spot unik untuk diabadikan dalam jepretan kamera. Rekomendasi Wisata Jogja Aesthetic Sumber foto: tripjogja.co.id 1. Gumuk Pasir Parangkusumo Pertama ada Gumuk Pasir Parangkusumo dalam daftar tempat wisata di Jogja yang aesthetic. Menawarkan keindahan gundukan pasir yang membuatmu seakan berada di negara Mesir. Mayoritas wisatawan datang ke Gumuk Pasir Parangkusumo untuk melakukan sandboarding atau juga sekedar foto-foto. Jika ingin mengunjungi destinasi wisata lainnya, kamu dapat beranjak ke pantai Bukit Paralayang atau juga Pantai Parangtritis. HTM: Gratis Jam operasional: Setiap hari pukul 07.00-18.00 WIB Lokasi: Jalan Pantai Parangkusumo RT. 1 Grogol 10, Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. 2. Heha Sky View Heha Sky View menyuguhkan pemandangan alam dan Kota Jogja dari ketinggian. Menjadi salah satu destinasi sunset favorit wisatawan dari sejak diresmikan. Disini kamu dapat berburu foto aesthetic, terutama saat malam hari tiba. Heha Sky View memiliki pemandangan city light terbaik, spot foto unik, dan restoran yang menyajikan hidangan lezat. Sambil berburu foto, kamu dapat bercengkrama sambil menikmati live music. HTM: Rp. 20.000 Jam operasional: Senin-Jumat pukul 10.00-21.00 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 08.00-21.00 WIB Lokasi: Jalan Dlingo-Patuk Nomor 2, Patuk, Bukit, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. 3. Bhumi Merapi Sumber foto: Instagram/@irfanrahadians Wisata Jogja aesthetic selanjutnya adalah Bhumi Merapi yang berada di Kaliurang. Tempat ini sangat populer dengan spot-spot foto bertema Alpen, Santorini, dan juga lain-lain. Bhumi Merapi juga menyajikan wisata edukasi budaya ternak dan perkebunan, sehingga cocok dikunjungi bersama keluarga. HTM: Rp. 30.000 Jam operasional: Setiap hari pukul 09.00-17.00 WIB Lokasi: Jalan Kaliurang No.Km.20, Sawungan, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. 4. Taman Sari Sumber foto: idetrips.com Beralih ke wisata sejarah di Jogja ada Taman Sari. Adalah destinasi wisata menarik dan seru untuk dikunjungi saat liburan tahun baru nanti. Di Taman Sari ini kamu dapat menelusuri jejak sejarah peradaban Yogyakarta dari masa lalu. Selain dijadikan sebagai destinasi wisata andalan, tempat ini hingga sekarang masih dipakai untuk prosesi ritual istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. HTM: Rp. 5.000 Jam operasional: Setiap hari pukul 09.00-15.00 WIB Lokasi: Jl. Tamanan, Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. 5. Obelix Hills Obelix Hills termasuk destinasi wisata favorit karena paling banyak dikunjungi sepanjang tahun 2022. Kami rekomendasikan sebagai wisata Jogja aesthetic yang bersanding dengan Heha Sky View. Obelix Hills memiliki 30 spot foto instagramable dengan pemandangan alam dan juga sunset terbaik. Jaraknya cukup dekat dengan beberapa objek wisata favorit lainnya, dan bisa dijangkau dalam 1 jam dari Kota Jogja. Aktivitas yang biasa dilakukan para wisatawan selain berburu foto dan kuliner adalah bersantai mendengarkan live music. HTM: Rp. 20.000 (weekday) dan Rp. 25.000 (weekend) Jam operasional: Senin-Jumat pukul 10.00-21.00 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 07.00-21.00 WIB Lokasi: Klumprit, Blok I & 2, Wukirharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman. 6. Ullen Sentalu Jika kamu berencana liburan akhir tahun ke Jogja, maka pastikan telah menulis nama Ullen Sentalu Museum ke dalam rencana perjalanan. Di tempat ini, para pengunjung dapat melihat koleksi foto dan juga lukisan bangsawan pada zaman Kerajaan Mataram yang terpecah menjadi Kesultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta, Kadipaten Pakualaman, dan Praja Mangkunegaran. Selain itu ada koleksi kain batik, arca-arca budaya Budha dan Hindu, gamelan kuno, dan masih banyak peninggalan lainnya di Museum Ullen Sentalu. Jaraknya cukup dekat dari pusat kota, paling hanya 30-45 menit saja dengan kendaraan pribadi. HTM: Rp. 50.000 Jam operasional: Selasa-Minggu pukul 08.30-15.00 WIB Lokasi: Jalan Boyong No.KM 25, Kaliurang, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. 7. Pantai Indrayanti Pantai Indrayanti adalah primadona wisata di Gunung Kidul. Sebenarnya tempat ini merupakan café dan juga restoran yang menawarkan pesona pantai berpasir putih dengan air laut jernih. Nama Indrayanti sendiri diambil dari gabungan nama pemilik resto. Sementara masyarakat setempat mengetahui nama asli pantai ini yaitu Pantai Pulang Syawal. Di Jogja memang ada banyak pantai berpasir putih. Namun yang paling bersih dan lengkap fasilitasnya ada di Pantai Indrayanti. HTM: Rp. 10.000 Jam operasional: Setiap hari 24 jam Lokasi: Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul. Itulah 7 tempat wisata Jogja aesthetic yang cocok untuk liburan akhir tahun bersama keluarga. Dengan suasana yang khas, spot foto yang instagramable, serta akses yang mudah, kamu tak perlu jauh-jauh ke luar negeri hanya demi konten media sosial. Jogja menawarkan keindahan alam dan budaya yang tak kalah menarik, dan semua itu bisa kamu nikmati dengan cara yang lebih praktis dan hemat. Agar liburanmu makin maksimal, manfaatkan paket wisata Jogja spesial dari Jogja Tour Holic. Kami menawarkan pilihan rute fleksibel, itinerary menarik, dan harga yang ramah di kantong. Jika kamu bepergian bersama keluarga besar atau rombongan, layanan sewa Hiace Jogja dari kami siap mengantar perjalananmu dengan nyaman dan aman. Tentukan destinasi yang kamu inginkan sekarang juga, dan biarkan Jogjatourholic mewujudkan liburan impianmu di Yogyakarta! # Bagikan informasi ini kepada teman Anda Hello, Traveler! Jogjakarta adalah salah satu destinasi wisata yang paling populer di Indonesia. Keindahan alamnya, sejarah yang kaya, budaya yang beragam, dan juga keramahan penduduknya menjadikan kota ini wajib untuk Anda kunjungi. selengkapnya Daerah Istimewa Yogyakarta adalah destinasi yang pas untuk menghabiskan waktu liburan dengan mengunjungi wisata alam. Di sana terdapat banyak wisata pantai, bukit hingga hutan pinus yang sudah disulap menjadi sedemikian rupa. Sehingga kamu akan menemukan spot-spot foto menarik untuk mengisi feed Instagram. Khusus wisata Jogja hutan pinus telah dilengkapi ber… selengkapnya
10 Rekomendasi Makanan Khas Jogja Paling Unik

Jogja atau Yogyakarta adalah salah satu daerah destinasi turis di Indonesia. Mulai dari daya tarik destinasi wisata hingga kelezatan dari makanan tradisional Jogja, membuat salah satu provinsi yang dianggap sebagai daerah istimewa di Indonesia memang wajib dijadikan sebagai destinasi berlibur sekaligus berburu kuliner. Bakpia Pathuk dan Gudeg saja yang familiar dikenal sebagai makanan khas Jogja. Padahal, masih banyak sekali makanan khas Jogja lainnya wajib Anda coba saat berkunjung ke provinsi sekaligus kota ini. Sudah penasaran makanan khas Jogja apa saja yang wajib Anda coba? Catat berbagai rekomendasi kuliner Yogyakarta unik lainnya! 10 Rekomendasi Makanan Khas Jogja 1. Ayam Geprek Makanan khas Jogja ini sebenarnya mudah ditemukan di seluruh Indonesia. Namun, apabila belum mencoba di pelopor aslinya yaitu Ayam Geprek Bu Rum pastinya belum lengkap. Bu Ruminah, pemilik Ayam Geprek Bu Rum, sebelumnya sudah menjual menu ayam geprek sejak tahun 2003. Baru pada tahun 2017, kuliner Yogyakarta ini viral berkat media sosial. Hal ini juga yang membuat banyak sekali penjual kuliner khas Jogja satu ini bermunculan di seluruh Indonesia. Lantas, apa perbedaan ayam geprek khas Jogja dengan Ayam geprek lainnya? Ada beberapa perbedaan signifikan yang bisa Anda temukan dalam makanan khas Jogja ini. Pertama, kuliner Jogja ini menggunakan ayam goreng bertepung. Berbeda dengan ayam penyet, menu makanan khas Jogja ini menggunakan ayam tepung sedangkan ayam penyet menggunakan ayam bumbu kuning. Ayam pun harus digeprek atau dihancurkan dengan ulekan hingga benar-benar hancur dan menyatu bersama sambal. Sambal yang digunakan pun juga sederhana yaitu sambal bawang. Sambal yang bu Rum gunakan hanya terdiri dari campuran cabai merah, cabai rawit, bawang putih, dan bawang merah. Baca Juga: Resep Ayam Geprek Renyah dan Pedas 2. Bakpia Kukus Makanan khas Jogja ini baru populer beberapa tahun kebelakang ini adalah Bakpia kukus. Makanan ini juga sering dijadikan oleh-oleh khas Yogyakarta. Bakpia Pathok adalah versi tradisional dari makanan khas Jogja ini. Biasanya, secara tradisional bakpia berisi pasta kacang hijau dengan adonan kulit pipih tipis lalu dipanggang. Bakpia yang dipopulerkan oleh Bakpia kukus Khas Tugu ini lebih modern sehingga akan lebih disukai oleh segala umur baik anak-anak hingga orang tua. Kuliner Jogja modern ini menggunakan adonan mirip kue sponge yang lembut dengan isi yang lebih variatif serta modern. Ada bakpia kukus isi coklat, keju, dan stroberi. Bahkan, tersedia varian klepon pandan hingga brownies. 3.Bakpia Crispy Bakpia Crispy ini diperkenalkan oleh Bakpia Juwara Satoe ini juga merupakan varian baru dari makanan khas Jogja legendaris, bakpia. Bakpia ini memiliki kulit renyah dan berlayer tipis-tipis mirip dengan kulit pastel. Semula, bakpia crispy dirilis tahun 2018 ini berfokus untuk membuat inovasi bakpia kering. Hal itu untuk memperpanjang daya tahan bakpia yang biasanya tidak tahan lama. Sehingga, kadang bakpia sulit untuk dijadikan oleh-oleh untuk turis jauh. Bakpia Crispy ini hadir untuk menjadi alternatif buah tangan yang lebih tahan lama. Selain itu, variasi bakpia asin seperti abon dan daging menjadi keunikan makanan khas Jogja ini yang biasanya memiliki rasa manis. 4. Oseng Mercon Selama ini makanan khas Jogja identik dengan rasanya yang manis legit dan jauh dari rasa pedas. Padahal, Jogja memiliki hidangan oseng mercon yang siap menguji ketahanan pedas Anda. Oseng mercon adalah masakan yang terbuat dari daging dan tetelan sapi yang dimasak dengan cara dioseng menggunakan cabai yang banyak. Rasa pedas dan gurih dari oseng mercon ini akan membuat Anda ketagihan menyantapnya dengan sepiring nasi hangat. Salah satu tempat rekomendasi untuk menikmati oseng mercon ini adalah Oseng Mercon Bu Narti dan Oseng Mercon Pak Joko. Namun, bawalah teman atau keluarga yang bisa berbahasa Jawa karena biasanya turis akan dikenakan harga yang lebih mahal dibandingkan lokal. 5. Peyek Jingking Jika Anda sedang berkunjung ke daerah pantai Parangtritis, peyek Jingking wajib dicoba baik dimakan langsung atau menjadi oleh-oleh untuk sanak keluarga. Kuliner Yogyakarta unik ini terbuat dari Jingking. Jingking sendiri adalah hewan sejenis undur-undur laut. Sekilas memang Jingking mirip sekali dengan serangga seperti Belalang atau Jangkrik. Padahal, Jingking termasuk dalam kategori kepiting kecil yang hidup di pesisir laut. Rasa dari peyek Jingking ini akan gurih renyah dari adonan peyek dan Jingking, mirip seperti makan kepiting goreng kecil. Selain dijadikan peyek, Jingking juga biasa digoreng langsung seperti halnya Jangkring dan Belalang goreng. 6. Sate Klatak Makanan khas Jogja bukan berasal dari daging katak, melainkan dari daging kambing. Kuliner khas Jogja sate klatak merupakan olahan sate kambing muda. Bumbu sederhana seperti garam dan ketumbar menjadi bumbu utama sate klatak. Makanan khas Jogja ini disajikan dengan kuah gulai. Klatak pada nama sate klatak diambil dari bunyi saat proses sate khas Jogja tersebut sedang dibakar. Pada saat proses pembakaran sate, sate akan ditaburi garam beberapa kali. Garam yang bertemu bara api akan membuat bunyi “klathak…klathak” dan membuat makanan khas Jogja tersebut diberi nama “Sate Klatak”. Penyajiannya pun sangat unik dibandingkan sate lainnya. Jika biasanya sate akan dibakar dengan menggunakan tusukan kayu atau bambu, sate klatak disajikan dengan menggunakan tusukan besi bekas berasal dari gerigi sepeda. Jika Anda ke Jogja, Sate Klatak Pak Pong wajib Anda coba karena memang terkenal enak dan ramai. Anda juga bisa pergi ke daerah Jajaran, Bantul untuk mencari alternatif pusat sate klatak yang lebih sepi dengan rasa tentunya tidak kalah enak juga. Baca Juga: Mencicipi 9 Macam Sajian Menu Sate yang Ada di Indonesia 7. Tengkleng Gajah Tengkleng memang sudah terkenal menjadi salah satu makanan khas Yogyakarta yang wajib Anda coba. Tapi, ada satu hidangan tengkleng yang unik dan diberi nama tengkleng gajah. Bahan dasar tengkleng gajah tetap menggunakan daging kambing. Namun, ukuran daging makanan khas Jogja asal Kaliurang tersebut menggunakan ukuran daging kambing sangat jumbo. Sehingga, disebut sebagai tengkleng gajah. Tengkleng Gajah Jogja adalah bisa Anda temui di daerah Kaliurang. Harganya pun cukup terjangkau dengan satu porsi tengkleng gajah dipatok seharga Rp 47.000 dan sudah bisa dinikmati 2-3 orang. 8. Jadah Tempe Bisa dibilang makanan khas Jogja ini merupakan salah satu kembanggaan orang-orang Sleman. Dikutip dari website Pemerintah kabupaten Sleman, jadah tempe merupakan salah satu makanan favorit Sri Hamengkubuwono XI. Jadah pada makanan khas Jogja mengacu pada uli ketan. Dimana, masyarakat Sleman dan Kaliurang menyebut uli sebagai jadah. Adonan uli ketan dicampur kelapa sehingga memberikan rasa gurih. Kuliner khas Jogja jadah tempe biasa
